Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tim Ambil Sampel Rambut dan Otot Pinggang

Kamis, 27 Maret 2008, 18:39 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Tim Dokter dari RSUP Sanglah Denpasar mengambil sampel rambut dan otot pinggang pada kedua jenasah Pasutri Gede Baneh dan Luh Sumenadi saat pelaksanaan otopsi, Kamis (17/3) siang di Kuburan Desa Pakraman Sudaji. Selain itu, sampel tanah pada kuburan kedua jenasah juga diambil untuk diperiksa di laboratorium. ”Jadi, sampel yang kita ambil berasal dari jaringan padat korban berupa rambut, dan pada jaringan lunak berupa otot pada pinggang kedua korban. Kita juga mengambil sampel tanah untuk diteliti,” ungkap Ketua Tim Dokter RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putra Alit.

 

Meski usia jenasah sudah berumur 9 bulan, pembuktian ada indikasi racun di dalam tubuh korban masih bisa dibuktikan. “Ini tergantung jenis racun, tergantung juga konsentrasinya serta kondisi jenazah yang masih tersisa. Kalau racun stabil yang tidak berubah bisa diketahui setelah puluhan tahun, tapi kalau tidak stabil tergantung jaringan tubuh yang masih utuh,” papar Putra Alit. Pengambilan sampel atau contoh pada kedua jenasah pasutri Gede Baneh dan Luh Sumenadi dengan membongkar kuburan kedua korban asal Desa Sudaji, Kecamatan Sawan berkaitan dengan pengungkapkan kasus pembunuhan dengan tersangka Putu Suaka, asal Desa Alassangker, Kecamatan Buleleng.


Gede Baneh dan Luh Sumenadi, diduga kuat dibunuh oleh tersangka Putu Suaka dengan cara diracun, sekitar Juni 2007 lalu. ”Pembongkaran dua kuburan itu untuk mencari bukti-bukti sebagai penguat dugaan pembunuhan pasutri yang dilakukan Putu Suaka yang kini ditahan di Mapolres Karangasem,” ujar Kapolsek Sawan, AKP Ketut Naya. Untuk mengetahui hasil dari otopsi tersebut, Tim Dokter RSUP Sanglah membutuhkan waktu dua minggu, karena harus melewati proses laboratorium, sehingga kepastian tewasnya kedua pasutri dapat diketahui akibat Portasium Cianida. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami