Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 17 Agustus 2026
Warga Antre Beli Pertamax
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kelangkaan BBM di Bali hingga kini masih terjadi, bahkan cenderung makin parah. Karena sudah tidak bisa membeli bensin, warga terpaksa antre hingga satu kilometer untuk membeli Pertamax, yang harganya dua kali lipat harga premium atau bensin. Di Kotamadya Denpasar dan Kabupaten Badung, kelangkaan BBM dan antrean
panjang kendaraan terjadi di hampir semua SPBU atau pompa bensin yang ada, seperti SPBU di Kerobokan Kuta, Sesetan, Panjer, hingga Renon Denpasar. Karena sudah kehabisan stok premium atau bensin, warga rela antre membeli pertamax. Warga sudah tidak peduli lagi meski harga pertamax per liternya mencapai Rp.8350, atau hampir dua kali harga satu liter
Premium, yakni Rp.4500.
“Saya sudah muter-muter cari bensin tapi nggak ketemu. Jadi terpaksa beli pertamax. Saya cuman beli 2 liter saja, punya duit cuman Rp 20 ribu,” kata Kholik (39), seorang warga yang antre di SPBU Sesetan. Menurut pihak Pertamina Area Denpasar, kelangkaan BBM di Bali disebabkan oleh perbaikan dermaga utama di Depo Pertamina Manggis Karangasem. Selama dalam proses perbaikan, kapal tangker ukuran besar tidak bisa merapat ke dermaga ini.Perbaikan dermaga utama ini diperkirakan akan selesai akhir bulan ini.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4562 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1627 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun