Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polri dan TNI Rapatkan Barisan

Denpasar

Jumat, 20 Juni 2008, 18:45 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Kerawanan konflik antar pendukung jelang Pilkada Bali, membuat aparat Polri dan TNI merapatkan barisan dan kekuatan. Sebagai langkah awal, dua instansi penegak hukum itu, membentuk kegiatan bersama di Lapangan Puputan Badung, Jl Surapati, Denpasar, Jumat (20/6).

Kapolda Bali Irjen Pol Teuku Ashikin Husein mengatakan, untuk menciptakan keamanan yang kondusif menjelang kegiatan pilkada Bali, maupun berbagai kegiatan dan pertemuan yang berskala nasional serta internasional yang ada di Bali.

Indikasi adanya ancaman kerawanan, mantan Gubernur Lemhanas ini menjelaskan sejauh ini belum ada informasi karena memang masyarakat Bali ini semuanya baik-baik.

“Sorotan dunia tentang apa yang terjadi di Bali menjadi salah satu alasan untuk tetap menjadikan pilkada ini aman,” terang jenderal dua bintang di pundak ini.

Meskipun dipandang masih aman, tetapi pergerakan intelijen untuk mendeteksi segala kemungkinan tetap dilakukan. Termasuk melakukan pengawasan di lokasi yang banyak dihuni masyarakat pendatang.

Kekuatan pengamanan di tingkat kepolisian sebanyak 700 orang akan ditempatkan di TPS, baik pengamanan terbuka maupun tertutup. Adanya isu SARA, Kapolda mengaku belum mendapat laporan dan informasi sekecil apapun terus ditindaklanjuti.

Sementara untuk pengamanan Pilkada, Pangdam IX/Udayana Mayjen GR Situmeang menyebutkan bahwa pihaknya siap membantu aparat kepolisian dalam menjaga Bali tetap tertib dan aman terkait kegiatan pesta demokrasi lima tahunan itu.

Sekitar 700 anggota Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang tersebar pada seluruh Koramil yang ada di Pulau Dewata, dikerahkan untuk ambil bagian dalam pengamanan jalannya Pilkada Bali Juli mendatang.

Pangdam menyebutkan, keterlibatan Babinsa dalam upaya pengamanan itu, tentu tidak seperti polisi yang bisa berada di sekitar tempat pemungutan suara (TPS) dan aktivitas para Cagub lainnya.

Untuk Babinsa, tidak dibenarkan berada di dekat TPS atau hal lain yang terkait proses pilkada guna menjamin netralitas TNI dalam semua proses politik praktis," ucapnya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami