Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Wabup Badung Pimpin Upacara Otda ke-30, Tekankan Pelayanan Publik
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026, Senin (27/4) di Lapangan Puspem Badung.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal serta mewujudkan harapan bangsa melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Apel tersebut diikuti Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta beserta Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba beserta pimpinan perangkat daerah, Ketua organisasi kewanitaan, ASN serta TNI/Polri.
Ditemui usai memimpin apel, Wabup Badung menjelaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah dapat dijadikan momentum untuk mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat Badung. Terlebih saat ini Badung telah memiliki Mal Pelayanan Publik sebagai pusat layanan terintegrasi yang mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan nyaman.
"Hadirnya undang-undang 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, tentunya kita di daerah akan memaksimalkan pelayanan publik bagi masyarakat, melalui mal pelayanan publik yang sering dijadikan pilot projek, percontohan bagi daerah di Indonesia," jelasnya.
Selain itu, melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung juga berkomitmen meningkatkan daya saing daerah serta memaksimalkan program dan kebijakan yang tertuang dalam visi dan misi daerah, termasuk implementasi sapta kriya adi cipta sebagai program prioritas pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menekankan pentingnya kolaborasi efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan kebijakan nasional.
"Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional," terangnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa peningkatan kapasitas daerah menjadi faktor penting dalam pelaksanaan otonomi yang efektif, mulai dari penguatan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kapasitas keuangan daerah, hingga penguatan kelembagaan dan tata kelola melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik.
Selain itu, sejumlah program prioritas nasional juga menjadi perhatian, di antaranya pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), rehabilitasi pasca bencana, pembentukan koperasi desa/kelurahan, reformasi birokrasi berbasis hasil, serta peningkatan pelayanan dasar dan pengentasan ketimpangan.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5840 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2565 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2192 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan