Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Wabup Badung Pimpin Upacara Otda ke-30, Tekankan Pelayanan Publik
BERITABALI.COM, BADUNG.
Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026, Senin (27/4) di Lapangan Puspem Badung.
Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema tersebut mengandung makna kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal serta mewujudkan harapan bangsa melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah.
Apel tersebut diikuti Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta beserta Forkopimda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba beserta pimpinan perangkat daerah, Ketua organisasi kewanitaan, ASN serta TNI/Polri.
Ditemui usai memimpin apel, Wabup Badung menjelaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah dapat dijadikan momentum untuk mengoptimalkan pelayanan publik kepada masyarakat Badung. Terlebih saat ini Badung telah memiliki Mal Pelayanan Publik sebagai pusat layanan terintegrasi yang mempermudah masyarakat mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan nyaman.
"Hadirnya undang-undang 23 tahun 2014 tentang Otonomi Daerah, tentunya kita di daerah akan memaksimalkan pelayanan publik bagi masyarakat, melalui mal pelayanan publik yang sering dijadikan pilot projek, percontohan bagi daerah di Indonesia," jelasnya.
Selain itu, melalui peringatan ini, Pemerintah Kabupaten Badung juga berkomitmen meningkatkan daya saing daerah serta memaksimalkan program dan kebijakan yang tertuang dalam visi dan misi daerah, termasuk implementasi sapta kriya adi cipta sebagai program prioritas pembangunan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga menyampaikan sambutan Menteri Dalam Negeri yang menekankan pentingnya kolaborasi efektif antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjalankan kebijakan nasional.
"Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional," terangnya.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa peningkatan kapasitas daerah menjadi faktor penting dalam pelaksanaan otonomi yang efektif, mulai dari penguatan sumber daya manusia aparatur, peningkatan kapasitas keuangan daerah, hingga penguatan kelembagaan dan tata kelola melalui reformasi birokrasi dan digitalisasi pelayanan publik.
Selain itu, sejumlah program prioritas nasional juga menjadi perhatian, di antaranya pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), rehabilitasi pasca bencana, pembentukan koperasi desa/kelurahan, reformasi birokrasi berbasis hasil, serta peningkatan pelayanan dasar dan pengentasan ketimpangan.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Badung
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3870 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1982 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1841 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1746 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1532 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun