Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 6 Oktober 2026
Prof. Wayan Rai Terpilih dalam Pemilihan ulang Rektor ISI Denpasar
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah kepungan aksi demo ratusan mahasiswa, pemilihan ulang calon rektor (pilrek) ISI Denpasar tetap berlangsung lancar di bawah penjagaan cukup ketat dari puluhan personel polisi. Hasilnya, ternyata seperti yang sudah diduga sebelumnya, Prof Wayan Rai S. berhasil "memutarbalikkan" posisi perolehan suara yang terjadi pada pilrek 5 Maret lalu.
Kalau pada Pilrek 5 Maret lalu, Prof Rai hanya mampu mencuri nilai 8 suara, lantas tadi siang sukses mendulang 17 suara. Sementara pesaing beratnya Nyoman Catra pada pilrek, Selasa (26/8) hanya meraih 2 suara, merosot tajam dibandingkan peroleh suara pada Maret lalu yang mencapai 15 suara. Satu calon lainnya Wayan Artayasa tetap meraih angka 0 alias nol pada kedua kali pilrek tersebut.
Kemenangan Prof. Wayan Rai S. ini tak terlepas dari adanya perombakan anggota Senat yang memiliki hak suara. Dari 12 anggota Senat dari unsur dosen ini, ada pergantian 9 orang. Ke-9 anggota Senat yang "baru" inilah yang membuat raihan suara Prof Rai membubung.
Menurut Rai, hasil pilrek ini selanjutnya akan dikirim ke Mendiknas untuk dinilai sebelum diteruskan ke Presiden. Ditanya dasar perombakan anggota Senat, menurut Rai sesuai dengan surat Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) No 308/Rhs/Mbn/2008, tentang pemilihan rektor ISI Denpasar periode 2008-2012.
Dalam surat Mendiknas tersebut, kata Rai, hasil pemilihan rektor ISI pada 5 Maret lalu sulit dipertanggungjawabkan secara yuridis karena tidak adanya dokumen proses pemilihan anggota Senat, di samping juga ada dua anggota Senat dari unsur guru besar (Prof Made bandem dan Prof Nyoman Sedana) karena alasan tertentu tidak lagi melaksanakan tugas sebagai dosen di ISI Denpasar dalam kurun waktu tertentu.
"Jadi pergantian anggota Senat itu sesuai surat Mendiknas," tandas Rai usai pemilihan calon rektor ISI.
Ditanya apa tidak menabrak Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Denpasar yang dalam sidangnya Jumat (22/8) telah mengeluarkan penetapan, yang intinya memerintahkan tergugat (Wayan Rai) untuk menunda pelaksanaan pemilihan calon rektor ISI, Wayan Rai mempertegas bahwa penetapan PTUN Denpasar itu menyangkut penundaan tata cara penetapan anggota Senat, dan bukan pemilihan calon rektor ISI.
Seperti diketahui, penetapan PTUN Denpasar No. 10/G2008/PTUN.Dps memerintahkan tergugat (Wayan Rai S.) untuk menunda pelaksanaan surat keputusan Senat ISI Denpasar No. 1308/I.5/11.1/KP/2008 tertanggal 12 Agustus 2008 tentang Tata Cara Pemilihan dan Pengangkatan Anggota Senat dari perwakilan dosen sampai adanya keputusan pengadilan yang tetap.
Aksi demo yang digelar ratusan mahasiswa sejak sekitar pukul 10 wita itu berlangsung cukup panas. Diiringi musik tradisional baleganjur, mereka membentangkan aneka poster dan spanduk yang intinya menolak pemilihan ulang calon rektor ISI.
Sejumlah dari pendemo malah menggembosi ban dua mobil dinas termasuk mobil rektor bernopol DK 151. Tak hanya itu, beberapa mahasiswa lainnya juga sempat menggedor-gedor kaca jendela saat pilrek berlangsung di lantai dua. (sss)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1415 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1212 Kali
Konsensus Politik Tanpa Musuh Era Prabowo Subianto
Dibaca: 644 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 553 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 522 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung