Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 20 Agustus 2026
Bali Rawan Muntaber
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Secara sosiokultural, bumi Bali di belahan manapun berpotensi
terjangkit wabah muntaber akibat kebiasaan mengolah makanan bersama-sama terutama saat hari raya maupun saat ada upacara keagamaan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, I Putu Suasta, Kamis (4/9).
Menurut Suasta, kebiasaan mengolah makanan bersama-sama merupakan salah satu kebiasaan yang berpotensi memunculkan wabah muntaber.
"Misalnya orang yang mengolah makanan tersebut tidak mencuci tangannya secara bersih dengan sabun, maka makanan yang dimakan bersama-sama mungkin ada kuman penyakitnya yang bisa menulari semua yang makan makanan tersebut," terangnya.
Suasta juga mengungkapkan wabah muntaber yang diderita sebagian warga Jembrana menarik perhatian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana (UNUD) untuk melakukan penelitian terutama untuk menemukan penyebab wabah muntaber tersebut .
"Hasilnya diarahkan kepada kajian epidemiologis yang sangat penting guna mengambil kebijakan secara makro di bidang kesehatan karena secara sosiokultural, Bali berpotensi terjadi wabah muntaber," jelasnya.
Lanjut Suasta, tim UNUD sudah turun melakukan survey awal untuk melihat secara menyeluruh penyebaran wabah muntaber ini, hubungannya dengan sanitasi lingkungan yang dilakukan warga setempat.
"Saat ini pihak UNUD baru melakukan survey awal, sedangkan tim lengkapnya akan diturunkan hari Minggu ini," ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4593 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2401 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2059 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1657 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1097 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun