Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Bali Rawan Muntaber
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Secara sosiokultural, bumi Bali di belahan manapun berpotensi
terjangkit wabah muntaber akibat kebiasaan mengolah makanan bersama-sama terutama saat hari raya maupun saat ada upacara keagamaan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Jembrana, I Putu Suasta, Kamis (4/9).
Menurut Suasta, kebiasaan mengolah makanan bersama-sama merupakan salah satu kebiasaan yang berpotensi memunculkan wabah muntaber.
"Misalnya orang yang mengolah makanan tersebut tidak mencuci tangannya secara bersih dengan sabun, maka makanan yang dimakan bersama-sama mungkin ada kuman penyakitnya yang bisa menulari semua yang makan makanan tersebut," terangnya.
Suasta juga mengungkapkan wabah muntaber yang diderita sebagian warga Jembrana menarik perhatian Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Udayana (UNUD) untuk melakukan penelitian terutama untuk menemukan penyebab wabah muntaber tersebut .
"Hasilnya diarahkan kepada kajian epidemiologis yang sangat penting guna mengambil kebijakan secara makro di bidang kesehatan karena secara sosiokultural, Bali berpotensi terjadi wabah muntaber," jelasnya.
Lanjut Suasta, tim UNUD sudah turun melakukan survey awal untuk melihat secara menyeluruh penyebaran wabah muntaber ini, hubungannya dengan sanitasi lingkungan yang dilakukan warga setempat.
"Saat ini pihak UNUD baru melakukan survey awal, sedangkan tim lengkapnya akan diturunkan hari Minggu ini," ujarnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 561 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 519 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 421 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 421 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik