Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Panen Perdana Padi Regeneratif di Denpasar, Dukung Pangan Sehat Sekolah

Rabu, 6 Mei 2026, 13:53 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ist/Panen Perdana Padi Regeneratif di Denpasar, Dukung Pangan Sehat Sekolah.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pasar Rakyat Bali, Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, dan Rikolto melakukan Panen Perdana dan Pengubinan Demplot Padi Regeneratif di lahan milik I Nyoman Suparta (Pak Balok) di Munduk Batuaji, Subak Padang Galak, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar.

Kegiatan ini menandai tonggak penting dalam Program Sustainable Food Production for Healthy School Food Procurement yang didukung oleh The Rockefeller Foundation. Demplot seluas 30 are ini mulai dikembangkan sejak Januari 2026 sebagai bagian dari upaya memperkenalkan praktik pertanian regeneratif kepada petani padi di kawasan urban dan periurban Bali.

Pendekatan ini berfokus pada pemulihan kesuburan tanah dan keseimbangan ekosistem tanpa ketergantungan pada input kimia, sekaligus menghasilkan beras yang lebih sehat dan aman dikonsumsi.

Hasil panen dari lahan demplot Pak Balok nantinya akan disalurkan langsung ke sekolah-sekolah dalam gugus Kesiman Kertalangu, sebagai bagian dari rantai pasok pangan lokal yang mendukung program makan bergizi bagi para siswa. Ini merupakan wujud nyata dari model bisnis inklusif yang menghubungkan petani kecil dengan pasar institusional secara langsung dan berkelanjutan.

Kegiatan panen perdana ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepala Desa Kesiman Kertalangu, pekaseh dan pangliman munduk se-Subak Padang Galak, Koordinator Majelis Subak Denpasar Timur, Direktur BUMDes, koordinator penyuluh pertanian, perwakilan PKK, serta petani dan kelompok tani setempat. Turut hadir pula perwakilan Pengawas Sekolah Gugus Kesiman Kertalangu, PPLH Bali, Pasar Rakyat Bali, dan Rikolto.

“Banyak yang beranggapan pertanian regeneratif hanya cocok untuk lahan pedesaan yang luas. Kegiatan ini membuktikan sebaliknya. Di tengah kota pun, lahan yang ada bisa dikelola secara regeneratif dan menghasilkan pangan sehat yang langsung bisa diakses oleh masyarakat sekitar," ucap Nonie Kaban, Kepala Program, Rikolto.

Selain prosesi panen, kegiatan juga mencakup pengubinan, yakni proses pengukuran hasil produksi padi secara teknis yang dilakukan oleh Tim PPL bersama petani sebagai sarana edukasi dan dokumentasi produktivitas lahan demplot.

Perbekel Kesiman Kertalangu, Made Suena, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut di wilayahnya.

“Tentu desa Kesiman Kertalangu sangat berterima kasih dijadikan pilot project pertanian regenerative ini, selain untuk mempertahanan subak yang tinggal 90 Hektar juga memberikan ketahanan pangan warga saya juga termasuk sarana penyaluran kompos dari TPS 3R kami," katanya.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif yang lebih luas yang diimplementasikan di tiga wilayah Indonesia, yakni Bali, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dengan dukungan The Rockefeller Foundation. Di Bali, kolaborasi antara Rikolto, Pasar Rakyat Bali, dan PPLH Bali menjadi model kemitraan multi-pihak yang menempatkan petani sebagai pelaku utama dalam sistem pangan kota yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami