Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Penderita HIV/Aids Klungkung bertambah 12 Orang
Semarapura
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Ibarat bola salju, penderita penyakit HIV/Aids yang sampai kini belum diketemukan obatnya ini, untuk wilayah Kabupaten Klungkung penderita penyakit bertambah 12 orang. Hal ini dikatakan dr Herman Hartanto, Selasa (9/9) selaku sekretaris Penanggulangan Penyakit HIV/Aids.
Dikatakannya lagi, penyakit ini ibarat bola salju, “Dari 37 orang/Agustus 2008 yang terdata mungkin saja dilapangan melebihi angka tersebut.†jelasnya. Dari data yang ia sebutkan, sebelumnya tercatat 25 orang mengidap penyakit ini. dimana 5 orang sedang dirujuk ke Rumah Sakit Sanglah untuk menjalani perawatan. Menurut dr Herman obat untuk penderita HIV/Aids sampai saat ini belum diketemukan, “akan tetapi virus yang menahan untuk perkembangbiakan sudah ada.†Jelasnya.
Untuk Kecamatan Nusa Penida disebutkan oleh dr Herman, tidak diketemukan penyakit ini dan yang 37 itu tersebar di 3 kecamatan lainnya. dr Hermanpun menampik bahwa penyakit itu hanya ada di lokasi Galian C. “Di lokasi (galian C) itu memang ada tapi sebagiannya tersebar dimasyarakat.â€Jelasnya.
Bahkan penyakit ini hanya menyerang pada usia produktif, “sekitar umur 17 sampai 35 tahun.†Terangnya. Dari data yang ia kemukakan, penularan penyakit ini diketahui berasal dari hubungan sex bebas dan pemakaian jarum suntik secara bersama oleh pengguna narkoba. (igs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3561 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1127 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 539 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 515 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun