Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
HKTI Inggatkan Distributor Beri petani Ganti Rugi
Renon
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) bali mengingatkan distributor padi Super Toy untuk memberikan ganti rugi pada petani atas kegagalan panen yang terjadi. HKTI juga mengingatkan distributor padi Super Toy untuk tidak lari dari tanggungjawab.
Hal ini disampaikan Ketua HKTI Bali Prof. Nyoman Suparta usai melakukan audiensi dengan Gubernur Bali Made mangku Pastika di kantor Gubernur Bali Renon (9/9). HKTI juga meminta distributor padi Super Toy tidak menyebarkan bibit padi kepada petani. Apalagi padi Super Toy hanya baru lolos uji laboratorium dan belum lolos uji lapangan.
Suparta mengatakan distributor padi Super Toy harus membayar kerugian yang diderita petani dengan nilai nominal sebesar nilai minimal yang didapatkan petani saat menanam padi jenis lain.
“ Harus ada nilai ganti, minimal sebesar hasil yang diperoleh petani ketika panen dengan padi jenis lain, seperti misalnya dulunya petani menghasilkan 6 ton per hektar, nah sekarang mereka harus dijamin dengan nilai nominal 6 ton juga†jelas Prof. Nyoman Suparta.
Suparta berharap distributor padi Super Toy tidak terus menerus menjadikan petani sebagai kelinci percobaan. Suparta menambahkan kegagalan padi Super Toy tidak hanya berdampak secara ekonomi. Kedepan kasus seperti ini akan membawa dampak psikologis. Dimana petani tidak akan percaya lagi pada hasil-hasil inovasi pertanian. (mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3561 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1127 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 539 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 515 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun