Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 6 Juli 2026
Kletak Ngaku Beraksi di 15 Lokasi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Tertangkapnya residivis spesialis membobol rumah atau curat akhirnya menguak sejumlah aksi pencurian di Buleleng. Dari hasil interograsi yang dilakukan polisi, pelaku mengakui melakukan aksi di 15 lokasi.
Sedikitnya baru lima belas lokasi yang berhasil diidentifikasi Sat Reskrim Polres Buleleng atas aksi pencurian dengan pemberatan yang dilakukan Wayan Putrawan alias Kletak (28), warga Dusun Dalem, Desa Sinabun Kecamatan Sawan.
“Dari lima belas lokasi yang diakui pelaku masih dikembangkan polisi, namun dari dua lokasi di Seririt dan Pemaron telah dipastikan dilakukan pelaku yang dikuatkan dengan barang bukti yang telah diamankan,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Dalam pengembangan kasus pencurian tersebut belum maksimal dilakukan polisi, lantaran pelaku Wayan Putrawan alias Kletak masih mengalami sakit akibat kaki kanan patah.
â€Kondisi korban belum memungkinkan untuk diperiksa secara intensif, kita sebatas melakukan intriograsi kecil saja dan tersangka masih dalam perawatan,†ujar Sudirsa.
Sebelumnya, Perburuan dan pencarian polisi terhadap Wayan Putrawan alias Kletak, residivis spesialis pencurian dengan pemberatan yang diduga beraksi di sejumlah lokasi dengan membobol rumah, berhasil menangkap Putrawan alias Kletak warga Dusun Dalem, Desa Sinabun Kecamatan Sawan. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3569 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1133 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 543 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 520 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun