Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warga Keluhkan Bau Menyengat

Pengambengan

Jumat, 19 September 2008, 15:16 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Sejumlah warga Desa Pengambengan, Negara, Jembrana mengeluhkan bau menyengat yang ditimbulkan oleh limbah pabrik pengalengan ikan yang langsung dibuang ke laut. Pasalnya, limbah tersebut dibuang begitu saja ke laut tanpa disertai pengolahan sebelumnya.

Dari pengamatan beritabali.com, Jumat (19/9) luasan pantai Pengambengan yang dijadikan "bak sampah" pembuangan limbah ini sudah mencapai 5 hektar. Luasan ini merupakan akumulasi dari pembuangan limbah pengalengan ikan yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun sejak Desa Pengambengan dilirik investor untuk usaha pengalengan ikan.



Dari penyampaian sejumlah warga Pengambengan, awalnya limbah tersebut tidak menimbulkan bau menyengat karena langsung dibuang ke tengah laut. "Dulu saat baru ada pabrik, bau limbah tidak seperti sekarang. Mungkin dulu karena dibuang langsung ke tengah laut," kata seorang warga.



Namun, lanjutnya, beberapa tahun belakangan ini limbah tersebut baru menimbulkan masalah. "Limbah tersebut menumpuk di bibir pantai, tidak mengalir ke laut. Mungkin itu yang menyebabkan bau menyengat yang sangat mengganggu warga sekitarnya," tandasnya.

Madini (48), warga Pengambengan saat ditemui Jumat (19/9) mengatakan pihaknya merasa terganggu dengan bau limbah yang dibuang ke laut tanpa disertai pengolahan sebelumnya. "Saya sangat terganggu dengan bau limbah yang menyengat ini. Pada malam hari, bau limbah ini bisa tercium sampai radius 2-3 km dari lokasi pembuangan limbah," keluhnya.



Dirinya berharap agar limbah tersebut diolah lebih dulu sehingga bau yang ditimbulkannya tidak mengganggu warga sekitarnya. "Saya sangat berharap limnah tersebut diproses dulu sehingga baunya tidak mengganggu warga sekitar," pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami