Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 12 Mei 2026
Polisi Gelar Rekonstruksi
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Mempertajam kasus berdarah di Desa Depehe Kecamatan Kubutambahan menjelang Hari Raya Galungan lalu serta memperkuat keterlibatan lima orang tersangka, sabtu (20/9) siang di Mapolres Buleleng digelar Rekonstruksi.
Rekonstruksi menghadirkan kelima pelaku penganiayaan yang berujung dengan tewasnya Kadek Karuna alias Lotto (32) Warga Desa Tunjung dengan luka pukulan dan tusukan sebilah belati.
“Rekonstruksi ini untuk memastikan keterlibatan sejumlah pelaku dalam peristiwa yang terjadi dan tidak menutup kemungkinan dari reka ulang ini akan muncul fakta-fakta baru ataupun pelaku tambahan, lima tersangka yang langsung memperagakan peristiwa menjelang galungan lalu di depehe,†ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Dalam rekontruksi yang mengambil scenario dalam 33 adegan diawali saat para pelaku berkumpul di Balai banjar Dusun Bungin Desa Depehe yang kemudian datang korban Kadek Karuna alias Lotto tanpa baju mengendarai sepeda motor.
â€Korban diperagakan oleh anggota yang datang tanpa baju melewati para pelaku, kemudian datang lagi hingga terjadi aksi penganiayaan tersebut,†ujar Sudirsa mengutip skenario rekonstruksi.
Rekontruksi kasus penganiayaan yang berakhir dengan tewasnya Kadek Karuna alias Lotto berlangsung hampir dua jam dipimpin langsung Kanit I Sat Reskrim Polres Buleleng, Ipda. Nyoman Adnyana TJ dan menghadirkan lima tersangka diantaranya, Made Wiratastra (24), Nyoman Wardipa (25), Gede Redita (25) Gede Werestiapa (25) dan Made Artama alias Guru Ama (38).
Dalam 33 adegan rekontruksi penganiayaan tersebut, Made Wira Tastra memukul korban dengan sebuah pentungan, sedangkan Nyoman Wardipa dan Gede Redita menghantam korban masing-masing dengan sebuah Batako, sementara Gede Werestiapa bersama Made Artama memukul dengan tangan kosong.
Sementara yang masih menjadi tandatanya dalam kasus berdarah di Desa Depehe yang mengakibatkan Lotto tewas ditempat adalah kepemilikan sebilah belati yang berlumuran darah, bahkan hingga rekonstruksi itu digelar tidak diketahui pemilik senjata tajam tersebut. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1136 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 895 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 718 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 665 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik