Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 11 Agustus 2026
Koster Berharap Presiden Prabowo Buka PKB 2026
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali, Wayan Koster berharap Presiden Prabowo Subianto hadir sekaligus membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang akan berlangsung mulai 13 Juni hingga 11 Juli 2026.
Harapan tersebut disampaikan Koster saat Rapat Pleno Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (12/5/2026).
“Saya berharap Presiden Prabowo Subianto bisa hadir membuka pawai Pesta Kesenian Bali,” tutupnya.
Pesta Kesenian Bali kembali digelar sebagai ajang seni budaya terbesar di Pulau Dewata. Event tahunan ini menjadi ruang pelestarian seni, tradisi, dan kreativitas masyarakat Bali yang telah mendapat perhatian nasional hingga internasional.
Dalam sambutannya, Koster menegaskan PKB harus dikelola secara profesional dan berkualitas karena menjadi representasi identitas budaya Bali di mata dunia.
Gubernur Bali yang didampingi Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta menjelaskan sebelum dirinya menjabat, pelaksanaan PKB dinilai belum berjalan optimal.
Menurutnya, tema kegiatan kerap tidak sejalan dengan pertunjukan yang ditampilkan. Selain itu, tata pelaksanaan dinilai belum tertata dengan baik dan pameran UMKM masih berbayar bagi para perajin.
“Dulu antara tema dengan yang ditampilkan sering tidak sesuai. Tata pelaksanaannya juga kurang rapi dan belum terintegrasi. Bahkan pameran UMKM berbayar, para perajin harus membayar stand untuk bisa tampil. Namun sejak saya menjadi Gubernur, stand pameran di Pesta Kesenian Bali digratiskan,” ujar Koster.
Ia menegaskan penyelenggaraan PKB harus terus ditingkatkan dari sisi kebersihan, keamanan, kenyamanan hingga kualitas pelayanan pengunjung.
Koster meminta pengunjung tertib menjaga kebersihan dan pedagang tidak menggunakan plastik sekali pakai selama kegiatan berlangsung. Selain itu, pemasangan CCTV di sejumlah titik juga dinilai penting untuk mendukung sistem keamanan selama acara berlangsung.
Tak hanya itu, pengawasan makanan dan minuman yang dijual selama PKB juga menjadi perhatian serius agar aman dikonsumsi masyarakat.
“Tak hanya itu, pendataan jumlah penonton yang hadir setiap hari juga perlu dilakukan secara tertib agar panitia dapat mengetahui tingkat kunjungan masyarakat selama pelaksanaan PKB berlangsung,” jelasnya.
Menurut Koster, seluruh rangkaian kegiatan PKB tahun ini sudah mencerminkan implementasi Peraturan Daerah tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali. Ia berharap setiap tahun kualitas pelaksanaan PKB terus mengalami peningkatan.
“Setiap tahun harus ada kemajuan yang lebih baik agar kualitas PKB terus meningkat dan tujuan pelaksanaannya bisa tercapai dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana menyampaikan PKB XLVIII Tahun 2026 mengusung tema “Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha” yang bermakna memuliakan jiwa paripurna.
“Tema ini dimaknai sebagai upaya pemuliaan jiwa manusia menuju keadaan yang paripurna, jernih, dan suci. Dalam perspektif kosmologi Bali, Atma Kertih dimaknai sebagai proses penyucian dan peneguhan kualitas batin manusia agar selaras dengan nilai-nilai kebenaran, kebijaksanaan, dan harmoni semesta,” ungkapnya.
PKB 2026 akan menghadirkan berbagai agenda budaya seperti pawai, pameran, pergelaran seni, parade, lokakarya, lomba, sarasehan hingga Bali World Culture Celebration.
“Sebanyak 20.929 seniman dari 673 sekaa akan terlibat dalam pelaksanaan PKB XLVIII Tahun 2026,” imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4472 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2267 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1572 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1514 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1019 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun