Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Korban Rela Dicabuli Karena Takut Ancaman

Denpasar

Jumat, 17 Oktober 2008, 19:23 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bagi Mawar, dicabuli selama 1,5 tahun, oleh bapak tirinya, Eko Mei Riyanto (43) menimbulkan trauma yang berkepanjangan. Pantas saja, Mawar terpaksa rela dijos, karena dilatarbelakangi ancaman. Apabila melaporkan perbuatan pencabulan, Eko mengancam akan merusak keluarga Mawar.

Di kalangan tetangga di daerah Tunjung Biru, Eko Mei Riyanto, adalah sosok orang tua yang bertemperamen tinggi. Eko yang bekerja sebagai satpam ini, kerap melampiaskan amarah dengan memukul Mawar dan adiknya. Tak jarang kakak beradik itu dipukuli di depan ibu kandungnya, Suhartati.



Sifat emosi inilah yang menimbulkan keretakan rumah tangga Eko dan Suhartati. Mereka pun dikabarkan sering bertengkar. Suhartati sering mengalami penganiayaan yang dilakukan suaminya sendiri. Guna menghindari pertengkaran, Suhartati memilih kesibukan lain, bekerja di sebuah artshop.

Pisah ranjang, tampaknya tak berlangsung lama. EKo semakin menjadi-jadi. Pun pemukulan kembali terjadi. Sehingga, Suhartati tidak kerasan dan memilih mengadukan persoalan rumah tangganya, ke Poltabes Denpasar.



“Dasar pengaduannya Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Eko dilaporkan istrinya Suhartati, tidak memberi nafkah maupun bathin,” jelas sumber petugas Poltabes Denpasar.

Rupanya, laporan Suhartati berbuntut panjang. Saat diperiksa penyidik, Suhartati tiba-tiba nyerocos mengakui anaknya sudah 1,5 tahun dicabuli oleh suaminya. Pengakuan Suhartati membuat penyidik tersentak kaget dan selanjutnya melakukan penyidikan. Seiring kasus KDRT bergulir, Mawar pun melaporkan peristiwa pencabulan yang dialaminya, ke Poltabes Denpasar.

Sumber mengatakan, Mawar rela dicabuli, karena Eko mengancam akan merusak keluarganya. Cerita lain, Mawar melaporkan peristiwa pencabulan yang dilakukan ayahnya, karena orang tuanya sudah pisah ranjang.



“Korban tidak ingin, melihat ibunya menderita dipukuli terus. Lagipula, Mawar juga mengalami peristiwa pencabulan yang dilakukan ayahnya. Sehingga korban mengadu ke ibunya,” ungkap sumber.

Kasatreskrim Poltabes Denpasar, Kompol Rendra Radita Dewayana SIK yang dimintai keterangannya Jumat (17/10) mengatakan, saat ini aparat kepolisian belum menyentuh terlapor. Penyidik masih mendalami keterangan korban guna mengoptimalkan hasil pemeriksaan.

“Sekarang ini korban masih diperiksa, pelakunya belum. Kita masih mencari pembuktian,” tegasnya. (Spy)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami