Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
Kasus Rabies Jembrana Turun, Mendoyo Masih Zona Merah
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Upaya pengendalian rabies di Jembrana terus dikebut. Hingga awal Mei 2026, jumlah kasus positif rabies pada hewan tercatat mencapai 27 kasus dari total 45 sampel yang dikirim.
Angka ini menurun sekitar 15 persen dibanding periode yang sama tahun 2025, yang mencatat 54 kasus positif dari 81 sampel.
Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Jembrana menyebut, penyebaran kasus masih didominasi wilayah Kecamatan Mendoyo yang kembali masuk kategori zona merah. Disusul Kecamatan Negara, Pekutatan, serta masing-masing satuan kasus di Kecamatan Jembrana dan Melaya.
Untuk menekan penyebaran, vaksinasi rabies digelar dengan tiga pola: vaksinasi darurat di lokasi ditemukan kasus, vaksinasi reguler untuk mengejar cakupan, dan vaksinasi massal yang menyasar zona merah. Hingga April 2026, realisasi vaksinasi mencapai 6.379 dosis, dengan target cakupan 80 persen dari total populasi HPR sekitar 40.400 ekor.
Dalam keterangannya, I Gusti Ngurah Putu Sugiarta, Kabid Peternakan Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian Perikanan dan Pangan Jembrana menyampaikan bahwa percepatan vaksinasi tidak hanya melibatkan tim internal, namun juga tim eksternal serta Tim Siaga Rabies (Tisira) di setiap desa dan kelurahan.
“Selain vaksinasi reguler, kami melaksanakan vaksinasi rabies massal di wilayah zona merah seperti Mendoyo. Kami melibatkan tim medikvet dan Tisira di desa-desa. Pencegahan rabies tidak bisa dikerjakan sendiri, seluruh elemen harus terlibat, terutama masyarakat. Yang terpenting, jangan membuang anjing sembarangan karena itu berpotensi memunculkan kasus baru,” ujarnya.
Sugiarta menambahkan, wilayah pesisir dan bantaran sungai menjadi titik yang paling sering ditemukan pembuangan hewan liar, sehingga meningkatkan risiko rabies. Pihaknya memastikan vaksinasi juga akan diperluas ke daerah pesisir untuk mengantisipasi munculnya kasus baru.
“Kami akan turun ke wilayah pesisir karena sering menjadi tempat pembuangan hewan. Hewan-hewan itu berpotensi besar tertular rabies dan memicu kasus baru,” tegasnya.
Pemkab Jembrana berharap masyarakat aktif melapor jika menemukan hewan bergejala rabies serta berpartisipasi dalam program vaksinasi untuk menekan potensi penularan di lapangan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1246 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 969 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 798 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik