Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Muncul Bayangan Manusia Tanpa Kepala
Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Suasana hiruk pikuk disertai sorak sorai para siswa yang menonton pertandingan Futsal Putri dalam rangka menyambut HUT ke-44 SMAN 1 Bangli mendadak terhenti, pasalnya beberapa orang siswa mengalami kesurupan.
Empat orang siswi yakni Putu Diah Utari, Dewa Ayu Setia Dewi, Sang Ayu Komang Opang dan Putu Dian tiba-tiba menjerit histeris saat menonton pertandingan Futsal yang digelar di halaman sekolah setempat, Senin (20/10). Tentu situasi tersebut membuat para guru dan siswa yang lainnya panik.
Menurut informasi di SMAN 1 Bangli, sekolah menyelenggarakan pertandingan futsal serangkaian dengan penyambutan HUT ke 44 SMAN 1 Bangli. Pertandingan ditonton hampir seluruh siswa
setempat. Nah, pada saat bersamaan, seorang siswi Putu Diah Utari kelas 10 mengambil gambar kegiatan melalui Kamera HP miliknya. “Tanpa diduga Putu Diah langsung berteriak histeris sambil berguling-guling di tanah†ujar beberpa guru setempat.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Bangli, I Wayan Darsana, S.Pd., M.Si mengatakan, saat Putu Diah Utari berupaya mengabadikan pertandingan dengan Kamera HP miliknya. Saat itu, dia mengaku melihat sesok bayangan putih dan tubuh manusia yang tanpa kepala. Kejadian itu membuat Utari takut dan menjerit histeris.
Dalam hitungan sekejap siswi lainnya satu persatu menangis (menangis kerauhan). Suasanapun menjadi mendadak geger. “Siswa dan guru berupaya mengamankan siswa dengan membawanya ke ruang guru,â€terangnya.
Pihak sekolah kemudian mendatangkan pemangku sekolah yakni IB. Mangku Teja untuk menangani kerauhan dimaksud. Setelah menghaturkan sesaji, Mangku Teja lantas memercikan tirta kepada siswi tersebut. Siswa baru sadar setelah beberapa menit menyusul dipercikinya tirta oleh pemangku. Merekapun kemudian dipandu untuk sembahyang di Padmasana sekolah.
Sementara IB. Mangku Teja kepada wartawan mengatakan siswa yang kerauhan tersebut hanya bisa bilang takut dan menangis. Kondisi ini bisa terjadi lantaran pertandingan berlangsung hingga jam 12.00 wita. Dimana, saat-saat tersebut adalah waktu bagi mahluk halus maupun unen-unen sesuhunan untuk bepergian (ngunya).
“Mungkin saja unen-unen sesuhunan datang untuk melihat-lihat umatnya. Apalagi malam sebelumnya, Ida Bhatara di Pura Dalem Penunggekan beberapa meter sebelah timur sekolah baru kasineb,â€jelasnya.
Sementara Kepala Sekolah kembali menambahkan, berkaitan dengan itu pihaknya bakal melakukan ritual upacara. Sementara untuk pecaruan akan dilakukan setelah proses pembangunan gedung selesai. (bgs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun