Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Muncul Bayangan Manusia Tanpa Kepala
Bangli
BERITABALI.COM, BANGLI.
Suasana hiruk pikuk disertai sorak sorai para siswa yang menonton pertandingan Futsal Putri dalam rangka menyambut HUT ke-44 SMAN 1 Bangli mendadak terhenti, pasalnya beberapa orang siswa mengalami kesurupan.
Empat orang siswi yakni Putu Diah Utari, Dewa Ayu Setia Dewi, Sang Ayu Komang Opang dan Putu Dian tiba-tiba menjerit histeris saat menonton pertandingan Futsal yang digelar di halaman sekolah setempat, Senin (20/10). Tentu situasi tersebut membuat para guru dan siswa yang lainnya panik.
Menurut informasi di SMAN 1 Bangli, sekolah menyelenggarakan pertandingan futsal serangkaian dengan penyambutan HUT ke 44 SMAN 1 Bangli. Pertandingan ditonton hampir seluruh siswa
setempat. Nah, pada saat bersamaan, seorang siswi Putu Diah Utari kelas 10 mengambil gambar kegiatan melalui Kamera HP miliknya. “Tanpa diduga Putu Diah langsung berteriak histeris sambil berguling-guling di tanah†ujar beberpa guru setempat.
Sementara itu Kepala Sekolah SMAN 1 Bangli, I Wayan Darsana, S.Pd., M.Si mengatakan, saat Putu Diah Utari berupaya mengabadikan pertandingan dengan Kamera HP miliknya. Saat itu, dia mengaku melihat sesok bayangan putih dan tubuh manusia yang tanpa kepala. Kejadian itu membuat Utari takut dan menjerit histeris.
Dalam hitungan sekejap siswi lainnya satu persatu menangis (menangis kerauhan). Suasanapun menjadi mendadak geger. “Siswa dan guru berupaya mengamankan siswa dengan membawanya ke ruang guru,â€terangnya.
Pihak sekolah kemudian mendatangkan pemangku sekolah yakni IB. Mangku Teja untuk menangani kerauhan dimaksud. Setelah menghaturkan sesaji, Mangku Teja lantas memercikan tirta kepada siswi tersebut. Siswa baru sadar setelah beberapa menit menyusul dipercikinya tirta oleh pemangku. Merekapun kemudian dipandu untuk sembahyang di Padmasana sekolah.
Sementara IB. Mangku Teja kepada wartawan mengatakan siswa yang kerauhan tersebut hanya bisa bilang takut dan menangis. Kondisi ini bisa terjadi lantaran pertandingan berlangsung hingga jam 12.00 wita. Dimana, saat-saat tersebut adalah waktu bagi mahluk halus maupun unen-unen sesuhunan untuk bepergian (ngunya).
“Mungkin saja unen-unen sesuhunan datang untuk melihat-lihat umatnya. Apalagi malam sebelumnya, Ida Bhatara di Pura Dalem Penunggekan beberapa meter sebelah timur sekolah baru kasineb,â€jelasnya.
Sementara Kepala Sekolah kembali menambahkan, berkaitan dengan itu pihaknya bakal melakukan ritual upacara. Sementara untuk pecaruan akan dilakukan setelah proses pembangunan gedung selesai. (bgs)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7919 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5636 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3533 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2389 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan