Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
248 Pelamar PNS di Buleleng Gugur
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sedikitnya 248 pelamar Pegawai Negeri Sipil, dinyatakan gugur dalam perekrutan CPNS Kabupaten Buleleng tahun 2008. Ratusan calon pegawai negeri tersebut tidak mengikuti pelaksanaan testing yang berlangsung selama sehari di enam lokasi secara tersebar di Buleleng.
Dari hasil testing pelamar PNS di Pemkab Buleleng selanjutnya akan diserahkan ke tingkat Propinsi Bali, namun demikian dalam menentukan kelulusan, BKD Kabupaten Kota bersama BKD Propinsi Bali telah membentuk Tim Khusus dan tercatat 248 peserta tidak ikut sehingga dinyatakan gugur, ungkap Kepala Badan Kepegawaian Daerah, BKD Kabupaten Buleleng Ketut Wijana, Senin (8/12) siang di Kantor BKD Buleleng.
Gugurnya 248 pelamar Pegawai Negeri Sipil dari 3000 pelamar lainnya di Buleleng berdasarkan absensi yang dilakukan Panitia Pelaksana Ujian.
Karena ini tidak mengikuti testing, jadi terpaksa kita gugurkan dan kemungkinan diantarnya ada juga mengikuti testing serupa di Kabupaten lain,ujar Wijana.
Sementara, sesuai dengan surat Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Republik Indonesia, Kabupaten Buleleng mendapat tambahan formasi CPNS Daerah tahun 2008 sebanyak 576, sedangkan alokasi untuk pelamar umum sebanyak 336 orang.
Reporter: bbn/sas
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4540 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun