Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Kadis Takut Cairkan Anggaran
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya galaknya KPK dan kejaksaan belakangan ini melakukan penelusuran kemungkinan adanya kasus korupsi di berbagai instansi di negeri ini membawa dampak yang kurang baik terhadap sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jembrana. Para pejabat tersebut ketakutan untuk mencairkan sisa anggaran proyek kendatipun hal tersebut tidak mengakibatkan berbuah pelanggaran.
Bupati Jembrana, I Gede Winasa ketika ditemui Jumat (19/12) mengungkapkan di Jembrana proyek pembangunan gedung Puskesmas Mendoyo menyisakan anggaran hingga Rp. 50 juta namun di sisi lain bangunan tersebut belum dilengkapi dengan terali dan korden.
"Sebagai contoh ada sisa anggaran Rp 50 juta bersumber dari efisiensi DAK (Dana Alokasi Khusus) Kesehatan pembangunan Puskemas Mendoyo tidak berani dicairkan untuk digunakan padahal bangunan tersebut belum dilengkapi dengan korden dan terali," terang Winasa.
Namun, kata Winasa, kadis tidak berani mencairkannya untuk melengkapi bangunan tersebut dengan terali dan korden karena pemborong bangunan puskesmas dinilai tidak memiliki spesialisasi korden dan terali. "Menurut saya, sisa anggaran bisa digunakan untuk dibelikan korden atau terali karena keduanya merupakan satu paket dengan pembangunan gedung tersebut," terang Winasa.
Winasa juga menambahkan DAK yang dikucurkan pemerintah pusat ini tidak bisa dikembalikan sehingga pihaknya menyarankan agar sisa anggaran tersebut digunakan untuk melengkapi bangunan gedung tersebut. "Kalau gedung tanpa terali dan korden artinya tidak akan bisa digunakan," ujar Winasa.
Winasa tidak menginginkan kalau bangunan tersebut tidak digunakan gara-gara belum dilengkapi dengan korden dan terali. "Kalau menunggu biar dilengkapi korden dan terali berarti bangunan tersebut baru bisa digunakan setahun kemudian. Nah, kalau tidak digunakan cukup lama bangunan tersebut dikhawatirkan akan rusak. Masa nunggu korden harus satu tahun lagi, ini kan tidak efisien," ujar Winasa.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4544 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2353 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2006 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1611 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun