Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Mapolres Buleleng Didatangi Warga Baliaga

Sabtu, 3 Januari 2009, 17:53 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Dikomando sejumlah tokoh masyarakat Baliaga (desa tua di Bali Utara,red), puluhan warga dari Desa Sidatapa, Desa Cempaga, Desa Tigawasa dan Desa Pedawa (SCTP) mendatangi Mapolres Buleleng terkait insiden pembunuhan yang mengkibatkan seorang warga Desa Cempaga tewas saat Malam tahun Baru di Pantai Bina Ria Lovina.

[pilihan-redaksi]

Sekitar lima puluhan warga dan tokoh Baliaga yang berasal dari sejumlah parpol dan ormas bersatu padu memperjuangkan keadilan atas kematian Komang Ardi Wismaya (30) yang dibunuh preman lovina, bahkan kehadiran warga dan tokoh Baliaga, sabtu (3/1) di Mapolres Buleleng langsung mengantarkan empat warga Desa Cempaga sebagai saksi diantaranya Kandel, Ardika alias Jublag, Gede Budiartawan dan Putu Dodi.

“ini sikap proaktif warga dan tokoh Baliaga sebagai wujud keinginan masyarakat Baliaga untuk segera mengungkap tabir pembantaian terhadap warga cempaga di lovina, sehingga dengan cepat kasus ini bisa diselesaikan polisi,” ungkap Made Swadarmayasa alias Regog, Ketua Banzer Bali Kabupaten Buleleng dan Ketua DPK Partai Karya Perjuangan (Pakar Pangan) Buleleng Antonius Sanjaya Kiabeni.

Selain tokoh muda dari Desa Cempaga, Made Swadarmayasa alias Regog, sejumlah tokoh muda lainnya juga terlihat di Mapolres Buleleng, diantaranya Ketua Laskar Pandawa – organisasi sayap Partai Demokrat Buleleng, Tawok, Tokoh Pemuda dari Desa Sidatapa, Erwin dan Suyama, tokoh muda dari Desa Tigawasa serta Perbekel Desa Cempaga Nyoman Ardika.

“Memang kasus ini bukan hanya sekedar punya Cempaga, melainkan sudah melebar dan desa-desa tua Baliaga kini merasa terpanggil untuk memberikan dukungan kepada saudara-saudaranya di Cempaga. Bahkan kini Baliaga sudah menyatu untuk mengungkap kebenaran bila polisi tidak mampu mengungkap kasus ini,” tegas Swadarmayasa dibenarkan wargaBaliaga lainnya.

Insiden pembunuhan terhadap Komang Ardi Wismaya, oleh preman lovina tersebut ternyata kembali membangkitkan kebersamaan dan solidaritas warga desa tua di kawasan Baliaga, bahkan dengan kebangkitan solidaritas Baliaga yang dikenal dengan Desa SCTP tersebut akan menjadi kekuatan luar biasa dan tidak akan tertandingi kelompok manapun di Buleleng, sehingga apabila polisi tidak serius menangani kasus ini maka sudah bisa dipastikan kelompok Baliaga ini akan menerapkan hukum rimba yang tidak akan mampu dihalangi oleh polisi sekalipun. (sas)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami