Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Cari Anak Diculik, Yasmini Diamankan Pol. PP
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kantor Sat Pol. PP Jembrana, Kamis (5/2) mendadak ramai dengan kehadiran Ni Komang Yasmini (26), yang mengaku janda asal Taman Bali, Bangli untuk mencari anaknya yang menurutnya diculik oleh seorang lelaki dengan inisial Pur, warga Lingkungan Jineng Agung, Gilimanuk sejak Minggu (1/2) lalu. Pasalnya, kejadian yang dilaporkan Yasmini cukup mengagetkan Satpol PP, apalagi dilakukan oleh warga Jembrana.
Sebelumnya, petugas Satpol PP memeriksa identitas diri yang dikantongi Yasmini. Ternyata Yasmini menyimpan banyak KTP, namun hanya satu yang diakuinya sebagai miliknya, yakni KTP atas nama Ni Komang Yasmini. Dalam KTP tersebut tertulis kalau Yasmini kelahiran Taman Bali, Bangli tahun 1983. Anehnya, Yasmini yang mengaku anak satu-satunya diculik namun dalam KTPnya itu jelas terbaca kalau dalam status perkawinannya Yasmini tertulis belum kawin.
Mendengar laporan Yasmini, petugas Satpol PP yang mulai curiga dengan keberadaan Yasmini menggali informasi tentang penculikan tersebut. Sambil tersenyum tidak jelas dan bersikap yang tidak sewajarnya, wanita yang mengaku bekerja sebagai pegawai asuransi dan pebisnis ini mengungkapkan kalau sejak empat hari lalu anaknya yang berusia 12 tahun telah "diculik" oleh seorang laki-laki asal Gilimanuk.
"Saya pergi dari rumah sejak empat hari lalu untuk mencari anak saya yang diculik oleh laki-laki dari Gilimanuk," kata Yasmini yang juga ingin dipanggil Lestari. Menurut Yasmini, dirinya sempat bertemu anaknya itu di Gilimanuk dan oleh penculiknya dia mengaku diminta menebus anaknya satu milyar. "Saya sempat bertemu anak saya. Saya disiksa dan dicaci maki oleh Pur. Saat saya minta kembali anak saya, saya malah disuruh nebus satu milyar," bebernya.
Lanjut Yasmini, meskipun anaknya sudah bertemu dirinya namun anaknya itu tidak mau diajak pulang kalau yang menjemput dirinya. "Dia tidak mau pulang kalau saya yang jemput. Dia mau pulang kalau diantar polisi. Katanya biar citra dan harga diri anak saya itu tidak jatuh karena anak saya itu punya pacar yang hebat," ungkapnya.
Saat ditanya bagaimana dirinya bisa diboyong Satpol PP, Yasmini mengatakan awalnya dirinya dibawa oleh petugas KP3 Gilimanuk ke kantor KP3 Gilimanuk saat dirinya sedang minum kopi dan pisang goreng di sebuah warung Pelabuhan Gilimanuk. "Saat saya sedang minum kopi, tiba-tiba datang polisi yang membawa saya ke KP3 Gilimanuk. Padahal saya ingin cari anak saya," terangnya.
Mendengar ocehan Yasmini yang tidak jelas arahnya dan selalu cengar-cengir, Kasi Pol. PP Pemkab. Jembrana, IB Brahmantara menduga kalau orang tersebut mengidap gangguang kejiwaan. "Memang wanita ini tadi pagi kita angkut dengan kendaraan Satpol. PP dari Gilimanuk yang diantar aparat Kelurahan," kata Brahmantara seijin Kakan Pol PP Kesbang dan Linmas, Gede Putu Sugiana, Kamis (5/2).
Lanjutnya, dari ungkapannya yang tidak sesuai fakta dan perilakunya yang tidak mencerminkan seorang yang waras, Brahmantara menduga kalau wanita ini mengidap gangguan kejiwaan. "Kita duga wanita ini mengidap gangguan kejiawaan. Kita masih berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial untuk penanganan selanjutnya," pungkasnya.
Reporter: bbn/dey
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun