Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Bandara Ngurah Rai Dituding Kecolongan

Rabu, 24 Juni 2009, 20:02 WITA Follow
Beritabali.com

images.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Setelah menjalani perawatan intensif di RSUP Sanglah, tim medis menyatakan, bahwa Bobie Masoner (22), pasien yang dirawat di ruang Isolasi Nusa Indah RS Sanglah, positif terjangkit virus H1N1. Hasil itu diketahui, setelah sample turis kelahiran Inggris yang menetap di Victoria Melbourne Australia, diperiksa di Litbangkes pusat. Demikian dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Bali, dr. Nyoman Sutedja yang dihubungi, Rabu (24/6), oleh wartawan. Dia membenarkan hasil dari lab Jakarta tersebut dan mengatakan, hasil lab turun tadi siang.



“Hasilnya memang positif. Menteri Kesehatan sudah menjelaskannya kepada wartawan di Jakarta, terkait pasien yang mengidap virus H1N1 yang sedang dirawat di RS Sanglah Bali,” ujarnya.

 

 



Bahkan, pihaknya, sudah berkoordinasi dengan Departemen Kesehatan RI. “Sekarang ini saya mau ke bandara jemput dirjen dari Depkes untuk sama-sama menindaklanjuti dan memantau pasien yang dirawat,” terangnya yang mengaku masih di perjalanan menuju Bandara Ngurah Rai. Beberapa jam sebelum hasil Litbangkes keluar yang menyatakan Bobie positif terjangkit, dr. Agus justru menerangkan bahwa kondisi pasien sehat. Setelah empat hari dirawat yakni sejak Minggu (21/6) lalu.



“Kondisinya sudah sehat. Pasien sudah bisa membaca buku,” ucapnya. Tapi yang terjadi, kasus ini sengaja diumpetin pihak rumah sakit, agar tidak muncul ke permukaan.



Yang menjadi persoalan, bukan itu. Kondisi riil ini sangat menggegerkan warga Bali sendiri, dan muncul berbagai argumen. Pasalnya di Bandara sendiri telah terpasang alat pendeteksi virus, ditujukan kepada turis yang datang dari negara pandemi. Anehnya, dua korban ini justru lolos dari pemeriksaan deteksi. Apakah alat pendeteksi virus itu tidak efektif ? Pertanyaan itu dibantah Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Udara Bandara Ngurah Rai, dr. Nyoman Murti Yasa.



“Bukan lolos. Tapi saat didaratan, tanda sakitnya baru muncul. Makanya setiba mendarat di Bandara mereka tidak terdeteksi oleh alat yang kita pasang,” alibinya.



Dari penyelidikan, kedua pasien yang sedang dirawat ini ternyata datang di hari dan pesawat yang sama, dan dari negara yang sama pula. Murti menjelaskan, mereka mendarat dengan pesawat Garuda Indonesia (GA) 719 dari Victoria Australia.



“Tidak tahu apakah mereka satu keluarga atau bukan. Mereka duduknya pisah-pisah kok. Tapi kita akan pantau terus,” pungkasnya.



Untuk selanjutnya bersama Diskes Bali, pihaknya akan mengontak semua penumpang yang datang bersamaan dengan para korban ini. Setiap penumpang datang, pihaknya selalu minta alamat tinggal dan nomor telephonenya selama di Bali. Pihaknya juga telah menanyakan kondisi kesehatan para penumpang. Jika merasa kurang enak badan seperti pilek, batuk atau panas, agar segera ke pusat kesehatan terdekat,” paparnya. Sebelumnya, pihak RS Sanglah, juga telah menerima satu pasien tambahan suspect H1N1. Dia adalah George Coltman (12), yang juga sama-sama dari Victoria Australia.



George dirujuk dari salah satu rumah sakit swasta ke RS Sanglah pada Selasa (23/6) sekitar pukul. 18.36 sore lalu. Menurut Dr. Agus Somia, selaku Ketua Tim Penanganan Virus H1N1 di RS Sanglah, mengakui bahwa pihaknya kini telah merawat dua pasien suspect H1N1. Pasien tersebut sudah ditangani dengan pengambilan sample berupa suap tenggorokan dan hidung. Sementara ini, hasil samplenya sudah dikirim ke Lab FK Unud dan Litbangkes di Jakarta.



“Untuk hasilnya masih menunggu, dan pihak Diskes yang berwenang memberitahu, karena mereka yang koordinasi langsung dengan pusat. Kita di sini hanya merawat sesuai prosedur saja,” jelas Agus dalam jumpa pers Rabu (24/6). 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami