Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
PKL Dan Ojek Gelar Long March
Gilimanuk
Rabu, 22 Juli 2009,
18:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya ratusan pedagang kali lima (PKL) dan tukang ojek tetap ngotot untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka menggunakan setiap moment untuk mengadu kepada setiap pejabat yang mampir di Pelabuhan Gilimanuk, termasuk isu kedatangan Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal.
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1177 Kali
02
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 812 Kali
03
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 514 Kali
04
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 484 Kali
05
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 424 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026