Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 6 Juli 2026
PKL Dan Ojek Gelar Long March
Gilimanuk
Rabu, 22 Juli 2009,
18:18 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Rupanya ratusan pedagang kali lima (PKL) dan tukang ojek tetap ngotot untuk tetap beroperasi di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka menggunakan setiap moment untuk mengadu kepada setiap pejabat yang mampir di Pelabuhan Gilimanuk, termasuk isu kedatangan Menteri Perhubungan, Jusman Syafii Djamal.
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Dari informasi yang dihimpun, Menhub direncanakan datang ke Pelabuhan Gilimanuk, Rabu (22/7) untuk meresmikan pengoperasian tiket elektrik. Namun karena alasan kepadatan jadwal acara, Menhub membatalkan kunjungannya. Kendati Menhub batal datang, ratusan PKL dan ojek tetap menggelar demo untuk memperjuangkan nasib mereka.
Pantauan di Pelabuhan Gilimanuk, aksi demo kali ini dimulai di Kantor Lurah Gilimanuk lalu melakukan long march menuju Pelabuhan Gilimanuk. Dalam perjalanan, mereka membentangkan sejumlah spanduk dan poster yang bertuliskan berbagai macam tuntutan. Sejumlah massa pendemo juga tampak mengusung tiruan keranda mayat.
Sesampainya di pelabuhan mereka duduk lesehan di depan pos I (pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk) sambil menggelar aksi teatrikal. Keranda mayat bertuliskan Asongan Mati Suri ditaruh di tengah jalan, lalu mereka menangisi keranda mayat tersebut sebagai simbol matinya penghidupan mereka.
Aksi teatrikal ini berlangsung selama 15 menit, yang diteruskan dengan long march memasuki pelabuhan dan berorasi di halaman pelabuhan. Salah seorang pedagang membacakan sebuah puisi berjudul Jeritan Hati Pedagang Asongan. (dey)
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3565 Kali
02
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1129 Kali
03
04
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 540 Kali
05
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 518 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026