Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 24 September 2026
Bupati Buleleng Tinjau Contoh Villa
Pancasari
Kamis, 6 Agustus 2009,
19:33 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pengembangan taman wisata alam Danau Buyan untuk kawasan konservasi terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Buleleng. Hari ini Bupati Buleleng meninjau contoh villa dan loby di obyek wisata Danau Buyan.
Danau Buyan merupakan salah satu kawasan pelestarian alam di Provinsi Bali yang khusus diperuntukan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.
Potensi alamnya yang menarik serta merupakan daerah resapan dan cadangan air yang sangat penting bagi wilayah–wilayah di Provinsi Bali, sehingga perlu dijaga kelestariannya agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Pesona Danau Buyan dengan taman wisata alamnya dapat dinikmati para pengunjung diantaranya tracking, outbound, dan camping ground, sehingga untuk memanfaatkan unsur hutan yang ada di Danau Buyan dengan menjaga, melestarikan, mengembangkannya untuk pendidikan, rekreasi dan juga untuk peningkatan ekonomi masyrakat dengan didasari falsafah Tri Hita Karana,†ungkap Bupati Buleleng Putu Bagiada, Kamis (6/8).
Dalam pengembangan kawasan Danau Buyan yang melibatkan PT. Nusa Bali Abadi telah dilakukan upaya pengembangan Villa dan Loby.
“ Kita sudah meninjau dan melihat secara langsung pembuatan villa dan loby yang ramah lingkungan,†papar Bagiada.
Sementara PT Nusa Bali Abadi sudah mengantongi ijin pengusahaan di blok pemanfaatan TWA Danau Buyan Tamblingan seluas 20 hektar lebih.
Berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan tertanggal 16 Agustus tahun 2007 yang menyebut TWA tersebut diperbolehkan untuk kegiatan pariwisata alam dengan didasari 4 prinsip ekowisata diantaranya konservasi, pendidikan lingkungan, partisipasi masyarakat lokal dan ekonomi. (sas)
Danau Buyan merupakan salah satu kawasan pelestarian alam di Provinsi Bali yang khusus diperuntukan untuk kepentingan pariwisata dan rekreasi alam.
Potensi alamnya yang menarik serta merupakan daerah resapan dan cadangan air yang sangat penting bagi wilayah–wilayah di Provinsi Bali, sehingga perlu dijaga kelestariannya agar dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
“Pesona Danau Buyan dengan taman wisata alamnya dapat dinikmati para pengunjung diantaranya tracking, outbound, dan camping ground, sehingga untuk memanfaatkan unsur hutan yang ada di Danau Buyan dengan menjaga, melestarikan, mengembangkannya untuk pendidikan, rekreasi dan juga untuk peningkatan ekonomi masyrakat dengan didasari falsafah Tri Hita Karana,†ungkap Bupati Buleleng Putu Bagiada, Kamis (6/8).
Dalam pengembangan kawasan Danau Buyan yang melibatkan PT. Nusa Bali Abadi telah dilakukan upaya pengembangan Villa dan Loby.
“ Kita sudah meninjau dan melihat secara langsung pembuatan villa dan loby yang ramah lingkungan,†papar Bagiada.
Sementara PT Nusa Bali Abadi sudah mengantongi ijin pengusahaan di blok pemanfaatan TWA Danau Buyan Tamblingan seluas 20 hektar lebih.
Berdasarkan keputusan Menteri Kehutanan tertanggal 16 Agustus tahun 2007 yang menyebut TWA tersebut diperbolehkan untuk kegiatan pariwisata alam dengan didasari 4 prinsip ekowisata diantaranya konservasi, pendidikan lingkungan, partisipasi masyarakat lokal dan ekonomi. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8342 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5764 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3609 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2439 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026