Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 27 Juni 2026
Pohon Tumbang Timpa Kantor Camat Kubutambahan, Pelayanan Tetap Jalan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, pada Senin (27/4) sore, menyebabkan sebuah pohon besar tumbang dan menimpa bagian ruang pelayanan terpadu Kantor Camat Kubutambahan.
Insiden tersebut sempat merusak atap bangunan, memutus kabel internet, serta berdampak pada area ruang tunggu. Meski demikian, pelayanan kepada masyarakat dipastikan tetap berjalan.
Camat Kubutambahan, I Nyoman Arya Lanang Subahagia, saat dikonfirmasi Selasa (28/4), menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 16.15 WITA. Pohon jenis ancak dengan diameter sekitar 2,5 meter yang berada di halaman kantor tumbang diduga akibat akar yang sudah tidak kuat, ditambah curah hujan tinggi.
“Yang terdampak lebih banyak bagian atap samping. Tidak sampai ke dalam ruangan, sehingga pelayanan masih bisa digunakan. Namun kabel internet putus dan ruang tunggu juga ikut terdampak,” ujarnya.
Menurut Lanang, gangguan internet yang sempat terjadi langsung ditangani sehingga pelayanan administrasi kembali normal dalam waktu singkat.
“Tadi kabel internet sudah diperbaiki, sekarang sudah normal kembali,” katanya.
Pihak kecamatan juga telah melakukan penanganan awal dengan membersihkan pohon tumbang dari area kantor. Sementara untuk perbaikan fasilitas bangunan yang mengalami kerusakan, pemerintah kecamatan akan terlebih dahulu mengusulkan ke instansi terkait.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan instansi pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon tumbang saat musim hujan, terutama di area dengan pepohonan berukuran besar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun