Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Dorong Perda, Singaraja Diusulkan Jadi Kota Pendidikan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Komponen masyarakat bersama KoMPaK mendorong lahirnya regulasi untuk memperkuat identitas Singaraja sebagai Kota Pendidikan.
Dorongan tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Institut Mpu Kuturan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Mendorong Partisipasi Masyarakat Dalam Memperkuat Identitas Kota Singaraja Sebagai Kota Pendidikan” dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional.
FGD menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Buleleng Luh Putu Adi Ariwati, Anggota Dewan Pendidikan Buleleng Ni Putu Karnadhi, serta perwakilan KoMPaK Putu Santi Arsana. Mereka sepakat bahwa regulasi menjadi kunci utama untuk merealisasikan Singaraja sebagai Kota Pendidikan.
“Mewujudkan Kota Singaraja sebagai kota pendidikan membutuhkan kemauan baik dari semua pihak, termasuk eksekutif dan legislatif. Bentuk komitmen yang paling tepat adalah membuatkan Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng tentang Kota Pendidikan sebagai dasar yuridis penyelenggaraan pemerintah dalam bidang pendidikan,” ungkap Penasehat LSM KoMPaK, Nyoman Sunarta, SH.,MH.

Dalam diskusi juga terungkap bahwa gagasan menjadikan Singaraja sebagai Kota Pendidikan sebenarnya telah lama bergulir sejak kepemimpinan bupati sebelumnya, namun belum terealisasi hingga kini.
“Pemerintah hendaknya lebih serius untuk mewujudkan wacana ini agar segera merancang program yang secara langsung mendukung terwujudnya Singaraja sebagai Kota Pendidikan seperti penguatan kompetensi SDM, pemenuhan sarana prasarana, dan peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk dukungan dari OPD lainnya dan yang terpenting adalan para wakil rakyat di DPRD Buleleng,” sebutnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Kepala SMPN 6 Singaraja, I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., yang menekankan pentingnya dasar hukum dalam bentuk peraturan daerah.
“Hal mendasar untuk menjadikan Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan adanya sebuah regulasi dalam bentuk peraturan daerah sehingga menjadi dasar bersama untuk bergerak didalam mewujudkannya sebagai Kota Pendidikan,” tegasnya.
Selain isu regulasi, FGD juga menyoroti berbagai tantangan di sektor pendidikan, mulai dari keterbatasan anggaran, sarana prasarana, hingga dukungan orang tua melalui komite sekolah.
Sayangnya, perumusan langkah konkret belum sepenuhnya terjawab dalam forum tersebut lantaran Komisi IV DPRD Buleleng yang diundang tidak dapat hadir. Meski demikian, KoMPaK memastikan akan membawa hasil diskusi tersebut langsung ke DPRD Buleleng dalam waktu dekat sebagai bentuk aspirasi masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8519 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5863 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3681 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2510 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar