Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Warga Mengungsi dan Tidur di Emperan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pasca pelaksanaan eksekusi lahan dan bangunan di Desa Sumberkima Kecamatan Gerokgak, sembilan kepala keluarga yang tergusur masih tetap bertahan dengan mengungsi di rumah tetangga. Beberapa diantaranya memanfaatkan emperan dan bale bengong rumah tetangga untuk tidur di malam hari.
Dari sembilan rumah yang telah dieksekusi, sebagian telah dihancurkan. Meski demikian sembilan kepala keluarga tersebut, hingga Kamis (3/12), masih terlihat mengambil beberapa bagian rumah yang bisa dipergunakan di tempat pengungsian yang sebagian masih ditampung oleh para tetangganya.
“Saya masih bingung dengan kondisi yang dihadapi keluarga saya, demikian juga dengan biaya hidup sehari-hari, saya tidak punya uang, apa yang harus saya lakukan untuk dapat bertahan hidup, tanah dan rumah yang digusur ini saja dapat pinjam dari kakak saya,†ungkap seorang warga Ketut Putra.
Hal senada diungkapkan warga lainnya Nengah Subadra. Pasca eksekusi tersebut, ia bersama keluarganya masih menumpang di rumah tetangga di Desa Sumberkima dengan memanfaatkan sebuah sakepat atau bale benggong untuk tidur.
â€Saya belum tahu harus ke mana, namun saya tetap percaya bahwa saya tidak sendiri, untungnya saya dapat tumpangan di rumah tetangga walaupun bersama keluarga tidur berdesakan,†ujarnya.
Sedikitnya ada sekitar 25 orang dari sembilan kepala keluarga yang anggota keluarganya yang hidup dalam ketidakpastian.
Selain Ketut Putra dan Nengah Subadra, nasib serupa juga dialami Men Warni, Ketut Ladra, Wayan Landra, Wayan Mudra, Komang Sukadana, Kadek Sujana dan Gede Sucita.
Di saat malam hari, para warga yang tergusur itu berpisah untuk mencari tempat istirahat, ada yang ke Desa Musi, Desa Penyabangan dan Sumberklampok dan lebih banyak masih berada di Desa Sumberkima.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun