Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ribuan PNS, Dilayani 5 Dokter Keluarga

Kamis, 10 Februari 2011, 16:30 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Setelah "dibuang" dalam program kesehatan gratis berlabel Jaminan Kesehatan Jembrana, ribuan PNS di Jembrana "dipungut" PT. Askes. Belasan ribu PNS dan keluarganya akan dilayani pengobatan gratis "hanya" oleh lima dokter saja yang penyebarannya belum merata untuk setiap kecamatannya. Sedikitnya jumlah dokter keluarga yang dikontrak, diprediksi tidak akan mampu melayani seluruh PNS dan keluarganya.

Mulai Maret 2011, PNS Jembrana dapat menikmati fasilitas pengobatan gratis kepada lima dokter keluarga yang terdiri atas seorang dokter gigi dan empat orang dokter umum. Hanya saja penyebaran dokter-dokter keluarga tersebut baru sampai pada tiga kecamatan saja dari lima kecamatan yang ada di Jembrana.

"Pelayanan kesehatan kepada PNS di tingkat pertama yang sebelumnya dilayani oleh JKJ, dalam waktu dekat akan diambil alih oleh lima dokter keluarga, selain Puskesmas. Kelima dokter itu akan siap melayani pasiennya asalkan pasien pemegang Askes itu sudah terdaftar pada dokter yang bersangkutan sesuai dengan domisilinya," terang petugas dari PT Askes Cabang Denpasar, I Nyoman Sudarma, saat sosialisasi pelayanan kesehatan oleh PT. Askes, Kamis, (10/2).

Masing-masing dokter akan menerima bayaran jasa medis sebesar Rp. 5.500 untuk setiap pasien anggota Askes yang diperiksanya.Kendati sudah berupaya untuk memberikan layanan kesehatan gratis kepada PNS seperti halnya JKJ dulu, namun banyak PNS mengaku layanan yang dilakukan tidak efektif lantaran jumlah dokter keluarga yang dikontrak sangat sedikit.

Masa ribuan PNS dilayani seorang dokter gigi saja. Itu belum keluarganya yang juga menjadi tanggungan. Kalau ditotal mungkin jumlahnya sampai belasan ribu. Apa mungkin seorang dokter melayani pasien sedemikian banyak?, kata seorang PNS yang menolak namanya dionlinekan, Kamis (10/2).

Selain itu, tambahnya, lokasi praktek dokter-dokter keluarga yang dikontrak PT. Askes tersebut juga terkonsentrasi di kota saja.Pada kecamatan di luar kecamatan kota (Jembrana dan Negara), hanya ada satu dokter saja dan bahkan ada kecamatan yang tidak ada dokter keluarganya. Ini bukannya malah membantu tapi malah memberatkan PNS karena jika ingin diobati gratis, harus menempuh perjalanan yang cukup jauh, tambahnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dey



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami