Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Radikalisme di Indonesia Makin Kronis
Beritabali.com, Denpasar.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kasus radikalisme di Indonesia dinilai makin kronis. Bahkan maraknya radikalisme yang terjadi telah memasuki kategori merah atau sangat membahayakan.
Apalagi hasil survey Lembaga Kajian Islam dan perdamaian menunjukkan bahwa 49 persen pelajar di Jakarta dan sekitarnya cenderung setuju penggunaan aksi kekerasan dalam
penyelesaian masalah agama dan moral.
Ketua Bidang Organisasi Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa
Indonesia (GMNI) Ugik Kurniadi dalam pembukaan acara Konferensi Daerah Persatuan Alumni GMNI Bali di Denpasar (8/5) menyatakan makin maraknya gerakan radikalisme sudah sepatutnya diwaspadai. Apalagi radikalisme di tengah kondisi
demokrasi yang semakin liberal akan menyebabkan munculnya tsunami libralisme
�Menjadi hal yang mengkhawatirkan bagi bangsa ini karena
gelombang tsunami liberalism atau paham kebebasan terindikasi telah melanda semua lini kehidupan. Di tengah situasi dunia demikian ini, tentu kita harus merenung, memikirkan kembali, di mana posisi bangsa Indonesia saat ini? Menjadi bangsa yang makmur dan berkepribadian? Bangsa yang makmur tetapi kehilangan jati diri atau justru menjadi bangsa yang terpuruk dan kehilangan peradabanya� kata Ugik Kurniadi
Ugik menambahkan pada dasarnya Indonesia memiliki konsep
kearifan lokal dalam penyelesaian masalah yaitu musyawarah mufakat, namun dalam aplikasinya musyawarah kini hanya dijadikan salah satu alternatif. (mlt)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1051 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun