Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 14 Mei 2026
50 Bhikku Jalan Kaki 666 Km dari Buleleng ke Borobudur
BERITABALI.COM, BULELENG.
Sebanyak 50 bhikku dari berbagai negara memulai perjalanan suci bertajuk Indonesia Walk For Peace 2026 dari Vihara Brahmavihara Arama, Sabtu (9/5/2026).
Para bhikku tersebut akan menempuh perjalanan kaki sejauh 666 kilometer menuju Candi Borobudur dalam rangka menyambut Hari Raya Waisak 2026.
Dari total peserta, sebanyak 43 bhikku berasal dari Thailand, empat dari Malaysia, tiga dari Laos, serta satu pendamping dari Indonesia. Para peserta berusia antara 23 hingga 67 tahun.
Selama perjalanan, para bhikku hanya membawa perlengkapan sederhana berupa jubah dan tempat makan sebagai simbol kesederhanaan sekaligus memberi kesempatan masyarakat untuk berbuat kebajikan.
Perjalanan spiritual tersebut dilepas langsung oleh Romo R Muhammad Syafi’i, Wayan Koster, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng. Rombongan dijadwalkan tiba di Borobudur pada 28 Mei 2026, menjelang Hari Raya Waisak yang jatuh pada 31 Mei.
Gubernur Bali Wayan Koster menyebut perjalanan itu sebagai momen sakral yang sarat makna spiritual dan perdamaian.
“Ini sesuatu yang sangat sakral. Perjalanan suci dalam rangka Hari Raya Waisak. Baru pertama kali ada kegiatan seperti ini. Mereka berjalan kaki dari Bali, menuju Jawa Timurx Jawa Tengah dan Yogyakarta," ujarnya.
Menurut Koster, kegiatan tersebut bukan hanya agenda keagamaan, tetapi juga membawa pesan perdamaian dari Bali untuk Indonesia dan dunia.
“Kegiatan ini tidak hanya tentang keagamaan, tapi membawa kesan kedamaian dari Bali dan saya yakin akan menjadi perhatian masyarakat dunia,” tegasnya.
Baca juga:
Lima Ormas Gelar Donor Darah Peringatan Waisak, Ketua INTI Bali: Inklusif dan Kebersamaan
Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI Romo R Muhammad Syafi’i mengapresiasi dukungan berbagai daerah terhadap pelaksanaan perjalanan suci tersebut. Pasalnya, para bhikku akan melintasi empat provinsi yakni Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
“Nah, itu bukti bahwa semua agama di kita mengajarkan kedamaian, persaudaraan, kasih sayang, dan toleransi. Atas nama pemerintah Republik Indonesia, saya sangat mengapresiasi,” katanya.
Ketua Panitia Indonesia Walk For Peace 2026, Dr Tosin, menjelaskan seluruh peserta rutin menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum dan selama perjalanan berlangsung.
"Kesehatan mereka diukur tidak hanya saat memulai perjalanan. Nanti di Jawa Timur, tepatnya di Surabaya dan di titik akhir di Pusdiklat Catra Jinadhammo juga akan dicek," terangnya.
Ia menambahkan, Bali dipilih sebagai titik awal perjalanan karena dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi serta dukungan masyarakat lintas agama yang kuat.
"Walaupun umat Buddhis di Bali terbatas, tapi sambutan yang ada di Bali ini sangat-sangat luar biasa. Semua elemen bukan hanya dari komunitas Buddhis, lintas agama, bahkan pemerintah itu semua support," jelasnya.
Selama perjalanan menuju Borobudur, para bhikku dipastikan tidak menginap di hotel, melainkan beristirahat di aula maupun tempat terbuka dengan dukungan tenda sederhana.
"Mereka disuport dengan tenda. Di tengah perjalanan nanti, tidak menutup kemungkinan bhikku-bhikku dari Indonesia akan bergabung," tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1279 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 994 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 823 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 745 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik