Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 30 Juni 2026
Nelayan dan Dewan Tolak Pengerukan Pasir
BERITABALI.COM, TABANAN.
Rencana Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti terkait pengerukan pasir pantai di Tabanan untuk dipakai bahan membuat baja, terus mendapat penolakan berbagai kalangan.
Sejumlah nelayan dan anggota dewan Tabanan menentang keras wacana Bupati sepulang dari Cina bersama investor baja tersebut. Nelayan pantai Pasut di Desa Tebubiu Kerambitan misalnya mengaku tidak setuju dengan rencana ini. �Kalau pasir dikeruk, lobster yang tadinya senang di sini (Pantai Pasut) mungkin bisa lari. Dimana kami cari makan,� ujar Gusti Sudarsana, nelayan asal Pasut.
Tidak hanya itu, dengan adanya pasir hitam seperti sekarang membuat rasa lobster lain dari daerah lain. �Lobster di sini sama lobster yang di Jimbaran beda rasanya, kalau pasir hitam di sini dikeruk kemudian diganti dengan pasir lain, pasti sangat berpengaruh dengan tangkapan kami, belum lagi masalah abrasi dan yang lainnya, pokoknya kami tidak setuju,� ucapnya lagi.
Untuk itu dia menyarankan lebih baik membangun proyek lain yang lebih pro rakyat ketimbang mengeruk pasir pantai. Dilain pihak, anggota Komisi III DPRD Tabanan, Ketut Loka Antara berharap Pemkab Tabanan jangan mengorbankan kepentingan rakyat kecil hanya semata-mata demi meningkatkan pendapatan daerah.
�Harus melihat juga faktor kearifan lokal, dan perlu memikirkan pengembangan pariwisata yang berbasis budaya,� ujar Loka Antara. Meski belum final dan pemkab akan membentuk tim pengkaji, politisi asal Selemadeg Timur ini berharap tim yang dibentuk benar-benar profesional dan independen.
�Jangan sampai tim yang dibentuk nanti ada deal tertentu, kalau masyarakat sudah menolak pemkab jangan memaksakan dan harus berpihak pada rakyat,� tegas Loka. Hal senada diungkapkan anggota Komisi II DPRD Tabanan, Ida Bagus Kade Suryawan Adnyana. Dia lebih menekankan konsep Tri Hita Karana.
�Bali dan juga Tabanan tidak terlepas dari konsep Nyegara-Gunung, kalau pantai yang biasa digunakan untuk sarana upacara seperti melasti dan yang lain rusak, maka akan timbul kerusakan,� ujar politisi Demokrat ini. Untuk diketahui, sepulang dari kunjungan ke negeri Cina atas undangan investor baja, Bupati Tabanan merencanakan untuk mengeruk pasir pantai di Tabanan sebagai bahan besi baja. Setelah dikeruk, rencananya akan diurug kembali dengan pasir putih.
�Antara kami dan investor kan masih pada tahap awal, yakni mendengarkan presentasi terkait rencana yang ditawarkan investor. Masih banyak tahapan yang mesti dilewati, jadi masih akan dikaji secara mendalam dan konprehensif. Semua pihak kami harapkan jangan apriori dulu,� ujar Eka.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun