Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Pembangunan BIP Tak Perlu Dikhawatirkan
denpasar
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan (PSPB) Universitas Udayana menilai pembangunan Bali Internasional Park (BIP) atau taman internasional Bali tidak bertentangan dengan daya dukung dan daya tampung Bali. Justru yang menjadi ancaman bagi daya dukung Bali saat ini adalah pembangunan hotel yang tidak terkontrol.
Ketua Pusat Studi Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana Dr. Darma Putra menyatakan, pembangunan kawasan BIP yang akan menjadi tempat pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) 2013 mendatang tidak perlu dikhawatirkan, karena hanya untuk penyediaan tempat konferensi dengan kapasitar 10 ribu orang. Apalagi pembangunan kawasan BIP dalam implementasinya lebih banyak membangun pertamanan.
“Saya pelajari masterplannya, dari 280 hektar itu mereka lebih banyak hijaunya, artinya daerah kosong yang dibangun untuk botanical garden dan fasilitas untuk membuat istana kepresidenan, dan convention centre,” kata Dharma Putra
Darma Putra menegaskan, pada dasarnya pembangunan BIP tidak perlu dikhawatirkan apalagi ditentang. Di sisi lain pembangunan BIP tentunya akan membuka lapangan pekerjaan baru bagi tenaga kerja di Bali.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun