Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Tekan Seks Bebas, Polisi Razia Delod Berawah
jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Mendoyo. Maraknya kasus persetubuhan terhadap anak di bawah umur serta maraknya pelacuran di kalangan pelajar, mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Disamping melakukan penyuluhan-penyuluhan ke sekolah-sekolah, aparat kepolisian juga meningkatkan kegiatan patroli malam ke daerah-daerah yang dinilai rawan dan ke tempat-tempat berkumpulnya kelompok muda-mudi.
Seperti yang dilakukan jajaran Polsek Mendoyo Sabtu (15/6) malam. Sedikitnya belasan personil dilibatkan dalam patroli malam dengan menyasar kawasan kafe dan warung remang-remang di pesisir pantai Desa Delod Berawah, Mendoyo. Giat patroli tersebut dimulai pukul 20.00 hingga pukul 22.00 wita dipimpin oleh Kanit Reskrim Polsek Mendoyo Iptu Nyoman Dania.
Dalam partoli tersebut, beberapa tempat yang dinilai rawan dan dicurigai sebagai tempat berkumpulnya anak-anak muda serta pelajar disambangi petugas. Hasilnya, petugas patroli mendapati sekelompok remaja usia sekolah sedang berkumpul di depan kolam renang Desa Delod Berawah. Kelompok remaja yang jumlahnya mencapai puluhan tersebut enam diantaranya adalah wanita. Mereka berkumpul di tempat tersebut untuk mengobrol sambil menikmati minuman ringan.
Lantaran keberadaannya bisa menimbulkan kerawanan, petugas mendatangi kelompok remaja tersebut. petugas juga mencurigai mereka saat itu melangsungkan pesta miras jenis arak. Namun saat diperiksa petugas tidak menemukan jenis minuman tersebut. Petugas hanya menemukan beberapa kaleng minuman ringan, petugas mencium bau arak yang menyengat dari mulut beberapa remaja tersebut.
“ Kami baru saja kumpul-kumpul pak. Kami hanya sekedar bergurau sambil bermalam mingguan, kami tidak pesta miras,” jelas salah seorang pemuda yang mengaku bernama Edi asal Tegalcangkring, Mendoyo. Menurutnya setiap malam minggu, mereka biasa berkumpul di tempat tersebut.
“ Dari pada trek-trekan, lebih baik kami kumpul-kumpul di sini,” terang pemuda lainnya.
Tidak ingin terjadi sesuatu terhadap mereka karena beberapa diantarannya wanita, petugas meminta mereka untuk membubarkan diri. Namun sebelumnya Kanit Reskrim sempat memberikan beberapa pengarahan terhadap mereka, untuk tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum, termasuk melakukan hubungan seks bebas serta mengkomsumsi minuman keras dan Narkoba.
“ Saya minta kalian bubar, sekarang hari sudah malam, lebih baik kalian belajar daripada kumpul-kumpul tidak ada manfaatnya,” ujar Dania.
Setelah diminta bubar, kelompok remaja itupun membubarkan diri dari tempat tersebut dan patroli dilanjutkan ke tempat lain.(Jsp)
Reporter: Diskominfo Buleleng
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5748 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4589 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2550 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2196 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan