Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Budaya Tidak Mendukung Pengembangan Wirausaha Bali
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Salah satu bentuk dasar wirausaha adalah kegiatan perdagangan. Secara kasat mata, dapat dilihat bahwa dibandingkan dengan warga pendatang, warga Bali yang menjadi pedagang di pulaunya sendiri ternyata sangat kecil jumlahnya.
Suku-suku lain di Indonesia, seperti suku-suku dari Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan memiliki budaya dagang yang tersimpan dalam nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi atau minimal, budayanya, tidak memiliki resistensi terhadap nilai-nilai perdagangan. Apabila nilai-nilai dagang dan kewirausahaan dianggap mulia dalam sebuah sistem nilai budaya, maka seorang pedagang atau wirausahawan akan mendapat tempat terhormat dalam budaya tersebut dan dalam jangka panjang budaya tersebut akan menjadi penghasil wiraswasta.
Selain karakteristik suku, perantau dari berbagai suku yang memutuskan untuk keluar dari wilayah aslinya umumnya juga memiliki dorongan untuk berdagang dan berwirausaha. Contoh ekstrem adalah orang Tionghoa dan India yang merantau hingga ke Indonesia dan mampu mengembangkan budaya dagang dan kewirausahaan yang kuat dibandingkan dengan orang sesukunya yang tetap tinggal di daerah asalnya.
Selain karena eksistensi jiwa dagang di dalam budayanya, jiwa dagang dan kewirausahaan kaum perantau juga muncul karena adaptasi mereka terhadap kondisi positif yang dihadapinya, dimana mereka tidak memiliki tanah atau sawah, sehingga kaum perantau dipaksa untuk mengembangkan jiwa dagang, koneksi dagang yang luas dan kemampuan bernegosiasi agar dapat bertahan hidup.
Salah satu pembentuk sikap seseorang terhadap kegiatan wirausaha adalah pengaruh budaya dimana dia hidup dan berkembang. Perbedaan wilayah dan kelompok akan membentuk perbedaan budaya yang berkonsekuensi terhadap perbedaan dalam memandang nilai-nilai kehidupan.
Kenapa dari sekian juta masyarakat Bali masih sedikit yang tertarik dunia dagang? Berikut pendapat dari kalangan akademisi dan praktisi bisnis di Bali yang kami turunkan dalam beberapa tulisan. (dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5858 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4605 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2576 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2214 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan