Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
PDIP: Poros Ketiga Tergantung Sikap Demokrat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
PDI Perjuangan menilai pembentukan poros koalisi ketiga dalam Pilpres 2014 sangat mungkin terjadi. Namun itu tergantung dari Partai Demokrat dalam menentukan sikapnya.
"Bolanya ada di sana, Demokrat dan Golkar punya kemampuan, bisa menguntungkan rakyat juga karena jadi banyak pilihan," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PDI Perjuangan Eriko Sotarduga, Sabtu (17/5/2014).
Menurutnya, pembentukan poros koalisi ketiga di pilpres nanti justru dianggap akan menguntungkan PDI Perjuangan. Sebab nantinya pertarungan akan terpecah pada tiga kekuatan politik yang terdiri dari tiga pasangan capres/cawapres.
"Benturannya jadi terpecah, terus terang buat kami itu menguntungkan," imbuhnya.
Peta koalisi di pilpres nanti hingga kini belum bisa dipastikan. Sebab baru dua poros kekuatan politik saja yang terlihat yakni poros koalisi PDI Perjuangan bersama NasDem dan PKB yang mengusung Jokowi sebagai capres dan poros kekuatan politik Partai Gerindra bersama PAN, PPP, dan PKS yang mengusung Prabowo Subianto sebagai capres.
Sedangkan Partai Golkar, Partai Demokrat, dan Partai Hanura belum menentukan sikap politiknya. Meski tanpa Hanura, Golkar dan Demokrat saja sudah bisa mengusung poros kekuatan baru di pilpres yang mengusung capres-cawapres sendiri.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4534 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1998 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1608 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun