Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 25 Oktober 2026
Kisruh GWK, Pemerintah Bali Diminta Selektif Terhadap Investor
Selasa, 20 Oktober 2015,
20:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kisruh antara Alam Sutera selaku pengelola kawasan wisata GWK dengan pemilik Plaza Amata hingga kini tak kunjung beres. Pemerintah Bali diminta segera menyelesaikan masalah ini agar tidak mengganggu pariwisata Bali.
Hal ini disampaikan salah satu pemilik toko di pertokoan Plaza Amata, Hendra Dinata, saat ditemui di Denpasar, Selasa 20 Oktober 2015.
Pria yang akrab disapa Sinyo ini mengaku lebih banyak mengalah di tengah permasalahan yang dihadapinya dan tidak mau ribut agar pariwisata di Bali tetap jalan dengan baik. Belajar dari kasus yang dialaminya, ia berharap pemerintah Bali menyeleksi investor yang datang ke Bali.
"Kita hanya mau berdamai. Pemerintah harus selektif terhadap investor, jangan hit and run dan harus berkontribusi untuk Bali, jangan sampai dibodoh-bodohi oleh investor yang jahat. Ini kenyataan terjadi itu faktanya. Seperti masalah GWK sederhana, Alam Sutera nunggu Plaza Amata tergeletak dan menyerah. Namun kita sampai matipun siap dan tidak akan mundur menghadapi persoalan ini sampai selesai. Saya membela banyak orang tidak masalah bagi saya jika investasi saya itu hilang, saya masih bisa hidup," tuturnya.
Sinyo menegaskan selama 13 tahun pertokoan Plasa Amata tidak bisa beroperasi akibat masalah yang dihadapinya bersama ratusan pemilik toko lainnya. Bahkan, untuk mengadukan ketidakadilan yang dialaminya bersama rekannya, mereka sudah mengadu dan sempat bertemu Wakil Gubernur Bali, Sudikerta yang memfasilitasi masalahnya, namun hingga kini belum bisa diselesaikan.
"Sebetulnya tidak ada Edy Sukamto tidak ada masalah karena masalah ini sangat simple saja. Kami ingin investor alam sutera duduk bareng. Ada apa edy sukamto dengan alam sutera ini tidak berani datang," pungkasnya.[bbn/dws]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5710 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026