Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Aksi Demo Massa di Bali Dukung MBG, Minta Tata Kelola Program Diperbaiki
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menggema dalam aksi unjuk rasa di kawasan Renon, Denpasar, Selasa (30/6).
Di sisi lain, massa juga mendesak Pemerintah Provinsi Bali agar lebih serius menangani persoalan sampah yang dinilai semakin mendesak bagi keberlanjutan sektor pariwisata.
Aksi yang diikuti berbagai komunitas masyarakat dari sejumlah daerah di Bali diawali dengan long march dari Lapangan Renon menuju Kantor DPRD Bali, kemudian dilanjutkan ke Kantor Gubernur Bali. Massa membawa spanduk yang berisi dukungan terhadap program pemerintah pusat sekaligus menyampaikan aspirasi terkait berbagai persoalan di daerah.
Koordinator Lapangan Denpasar Utara, I Ketut Artawal, mengatakan masyarakat mendukung keberlanjutan Program MBG karena dinilai mampu membantu pemenuhan gizi anak-anak sekolah. Namun, ia menilai pelaksanaannya masih perlu disempurnakan agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal.
"Tujuan kami memberikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto. Kami juga ingin Bali tetap aman dan kondusif. Selain itu kami berharap program MBG tetap berlanjut dan tata kelolanya semakin baik," ujarnya.
Menurut Artawal, salah satu hal yang perlu menjadi perhatian adalah sistem distribusi makanan. Ia berharap makanan yang diterima peserta didik tetap dalam kondisi layak konsumsi sehingga tujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak dapat tercapai.
Selain menyuarakan dukungan terhadap MBG, massa juga menyoroti persoalan sampah yang dinilai menjadi tantangan besar bagi Bali. Mereka menilai kebersihan lingkungan merupakan faktor penting dalam menjaga citra Pulau Dewata sebagai destinasi pariwisata dunia.
"Harapan kami persoalan sampah bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah daerah. Bali adalah daerah pariwisata sehingga kebersihan harus menjadi prioritas," kata Artawal.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan di Bali tidak hanya diukur dari pelaksanaan program nasional, tetapi juga dari kemampuan pemerintah daerah menjaga kualitas lingkungan yang menjadi penopang utama sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Artawal menjelaskan, peserta aksi berasal dari berbagai komunitas masyarakat, termasuk kelompok yang terlibat dalam penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Program MBG serta masyarakat dari sejumlah kabupaten dan kota di Bali.
Usai menyampaikan aspirasi di depan Kantor DPRD Bali, massa bergerak menuju Kantor Gubernur Bali. Namun, mereka tidak dapat berdialog langsung dengan pemerintah daerah karena gerbang kantor gubernur dalam kondisi tertutup dan tidak ada perwakilan pemerintah yang menemui peserta aksi.
Meski demikian, aksi berlangsung tertib di bawah pengawalan aparat kepolisian hingga seluruh rangkaian kegiatan berakhir.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jun
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun