Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pusat Finansial Internasional Bali Berdiri di KEK Baru, Bukan di KEK Sanur atau Kura-Kura Bali

Rabu, 1 Juli 2026, 10:52 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/net/Pusat Finansial Internasional Bali Berdiri di KEK Baru, Bukan di KEK Sanur atau Kura-Kura Bali.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NASIONAL.

Pemerintah terus mematangkan rencana menjadikan Bali sebagai lokasi Indonesia Financial Centre (IFC) atau Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII). Langkah tersebut diiringi dengan penyusunan landasan hukum berupa undang-undang yang kini sedang dibahas bersama DPR RI.

Keberadaan pusat finansial internasional itu diharapkan mampu meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai pusat ekonomi dan jasa berkelas internasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan proses penyusunan regulasi terus berjalan dan diharapkan dapat segera diselesaikan agar implementasi proyek dapat dipercepat.

"Kita sedang berdiskusi dengan parlemen harapannya tidak terlalu lama lah kita bahas undang-undang ini," katanya kepada CNBC Indonesia dalam Economic Update 2026, dikutip Selasa (30/6/2026).

Menurut Airlangga, kawasan Indonesia Financial Centre akan dibangun di Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang baru. Lokasi tersebut akan berdiri secara mandiri dan tidak menjadi bagian dari KEK yang telah lebih dulu beroperasi, yakni KEK Kura-Kura Bali maupun KEK Sanur.

"Jadi tentu dari segi lokasi dari pemerintah melihat dan sesuai arahan Bapak Presiden, Bali dijadikan wilayah untuk special economic zone daripada financial center tersebut," ujar Airlangga.

Ia menegaskan pemerintah telah menyiapkan lokasi baru yang secara khusus diperuntukkan bagi pengembangan pusat finansial internasional."Tidak dua-duanya tetapi ada sebuah lokasi baru untuk financial center," katanya.

Sebelumnya, Airlangga mengungkapkan PFII dirancang menggunakan regulasi yang kompetitif agar mampu bersaing dengan berbagai pusat keuangan dunia. Salah satu strategi yang dipersiapkan adalah pemberian insentif perpajakan yang dinilai sangat menarik, bahkan berpotensi mencapai tarif 0 persen seperti yang diterapkan sejumlah pusat finansial internasional, termasuk Dubai dan Singapura.

Pemerintah meyakini keberadaan pusat finansial internasional akan menjadi motor baru dalam meningkatkan arus investasi ke Indonesia.

"Kalau kita sekarang dengan tradisional investasi kan satu tahun kira-kira Rp2.200 triliun untuk investasi. Tapi bandingkan dengan negara Singapura mereka bisa menarik investasi terkait dengan financial center mereka naiknya berkali-kali lipat. Begitu juga di Dubai, investasinya per tahun bisa mencapai US$800 miliar," ungkapnya saat ditemui pewarta di kantornya, Jakarta, dikutip Selasa (24/6/2026).

Sementara itu, perkembangan kawasan ekonomi khusus di Bali juga menunjukkan tren positif. Hingga kuartal I 2026, KEK Kura-Kura Bali telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp1,62 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 2.146 orang.

Di sisi lain, KEK Sanur membukukan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp5,37 triliun hingga kuartal I 2026. Kawasan tersebut juga telah menyerap 5.444 tenaga kerja dan mencatat kunjungan sebanyak 279.804 wisatawan.

Rencana pembentukan Indonesia Financial Centre di Bali diharapkan dapat melengkapi ekosistem investasi yang telah berkembang melalui sejumlah kawasan ekonomi khusus. Dengan dukungan regulasi yang kompetitif, pemerintah menargetkan Bali tidak hanya menjadi destinasi pariwisata kelas dunia, tetapi juga tumbuh sebagai pusat layanan keuangan internasional di kawasan Asia. (sumber: cnbcindonesia.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami