Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pemkab Tabanan Ikut Konfrensi Kota Masa Depan di Jepang

Selasa, 3 November 2015, 09:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Tugas besar yang diemban Pemkab Tabanan dalam mempertahankan sektor pertanian terus mendapatkan dukungan dari Pemkot Toyama, Jepang. Dukungan itu kembali diberikan dengan melibatkan Pemkab Tabanan dalam Konferensi Kota Masa Depan dan Ramah Lingkungan Kelima yang berlangsung di Kota Toyama dari 24-29 Oktober 2015 lalu.
 
Konferensi itu dihadiri langsung oleh Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa, Asisten Bidang Ekbang Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana, dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Tabanan I Nyoman Budana. Selain Tabanan, Pemkot Toyama bersama Forum SE4ALL juga mengundang utusan PBB, ADB, dan beberapa negara lainnya seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Brazil, Afrika, dan Timor Leste.
 
Sekda Wirna Ariwangsa menjelaskan, keterlibatan Tabanan dalam konferensi itu dilatarbelakangi pembangunan pertanian di Tabanan dari hulu sampai hilir perlu mendapatkan perhatian serius semua pihak. Sebab, saat ini perkembangan aktivitas pertanian di Tabanan cenderung mengalami penurunan akibat sumber daya air dan perubahan prilaku petani.
 
“Termasuk alih fungsi lahan,” jelas Sekda Wirna menjelaskan hasil konferensi yang dihadiri rombongannya, Senin (2/11/2015).
 
Karena itu, sambungnya, perlu adanya penerapan teknologi pertanian yang ramah lingkungan yang dapat menarik minat generasi muda untuk bergerak di sektor ini. Terlebih UNESCO telah menetapkan Subak di Bali sebagai salah satu warisan budaya dunia (WBD). Sehingga kawasan pertanian di Jatiluwih yang berada di Tabanan masuk sebagai bagian bentang alam dari WBD tersebut.
 
 
“Jatiluwih sebagai salah satu bagian dari warisan budaya dunia harus dilestarikan dan perkembangan akibat kunjungan wisatawan harus diantisipasi dengan ketersediaan sumber energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
 
Dikatakan, Pemkot Toyama sendiri sudah melakukan kesepahaman bersama dengan Pemkab Tabanan khususnya dalam pemanfaatan pembangkit listrik tenaga micro hydro sebagai wujud kepedulian terhadap tradisi yang ada dan berperan aktif dalam mengembangkan Kota Masa Depan
 
“Salah satu yang disepakati dalam satu sesi pertemuan adalah Pemkot Toyama akan mendorong percepatan realisasi kerja sama yang telah mendapatkan persetujuan dari JICA. Selain itu, Pemkab Tabanan dimohon memfasilitasi dalam hal koordinasi dengan pemerintah pusat lewat dan beberapa departemen terkait,” ungkapnya lagi.
 
Sedangkan dalam konferensi, beberapa kesepahaman dan kesepakatan yang dicapai antara lain menyangkut kondisi dunia saat ini yang mengalami gejala krisis di bidang energi. Dengan kondisi seperti itu, diperlukan langkah-langkah efisiensi dan efektivitas pemanfaatan energi. Selain itu, diperlukan juga pemanfaatan teknologi di bidang energi terbarukan dan ramah lingkungan.
 
“Serta kerja sama antarnegara dan pemerintah kota maupun daerah yang bersifat internasional sesuai norma yang berlaku dengan azas saling menghormati dan mendapatkan manfaat bagi kedua belah pihak dan negara,” pungkasnya. [bbn/rls/*]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/eng



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami