Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tabrak Truk, Ibu dan Anak Meninggal Bersamaan

Jumat, 30 September 2016, 19:45 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/nod

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com,Tabanan. Naas menimpa Ni Ketut Sujani (45)  dan I Putu Budhi Hartayasa (15), ibu dan anak warga Banjar Tiyinggading, Desa Tiyinggading, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan. Keduanya tewas bersamaan dalam kecelakaan maut yang terjadi di kilometer 42,200 Jalan Umum Pupuan-Surabrata tepatnya memasuki Banjar Umaseka, Desa Tiyinggading, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, Jumat, (30/9).
 
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, sepeda motor yang dikendarai kedua korban menabrak kendaraan truk yang datang dari arah berlawanan.  
 
Sebelum kejadian korban I Putu Budhi Hartayasa (15) memboceng ibunya Ni Ketut Sujani (45). Saat itu keduanya mengendarai sepeda motor Honda Grand DK 6705 GJ datang dari arah utara menuju ke selatan. 
 
Saat tiba di tempat kejadian, korban hendak mendahului kendaraan Izusu berwarna merah yang ada di depannya . Korban mengambil haluan ke kanan dan melewati marka as jalan, namun naas pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang truk Toyota Hino bernomor polisi DK 9439 UB yang dikemudikan oleh I Gusti Kompyang Putrawan, 70, warga Banjar Jero Agung, Desa Kalapaksa, Kecamatan Seriti, Singaraja.
 
Tak pelak, tabrakan ala adu jangkrik pun tidak mampu dihindari. Sepeda motor korban menghantam keras bagian depan kanan truk hingga ringsek dan kedua korban pun langsung meninggal dunia di lokasi. 
 
Kedua korban mengalami luka yang serius pada bagian kepala, patah pada tulang leher belakang, pendarahan aktif pada hidung, mulut dan telinga, lecet pada tangan kanan dan kiri, lecet pada paha kanan dan kiri serta retak pada kepala. Jenazah kedua korban kemudian dibawa ke BRSU Tabanan.
 
Sementara itu I Wayan Suarjana (45) suami dan ayah  korban mengaku terpukul dengan kejadian yang menimpa istri dan anaknya tersebut.  
 
“Waktu itu anak dan istri saya ijin ke luar sebentar. Mereka bilang  mau keluar sebentar tidak kemana mana,” jelas Suarjana saat ditemui di depan Ruang Jenazah BRSU Tabanan. 
 
Namun beberapa menit kemudian, ia dicari oleh kerabatnya yang menginformasikan istri dan anaknya kecelakaan. 
 
“Saat dikasi tahu, saya belum tahu kalau istri dan anak saya meninggal,” jelasnya lirih. 
 
Baru ketika ia tiba di TKP yang jaraknya tidak jauh dari rumah, ia syok melihat jenazah istri dan anaknya sudah ditutupi kain di pinggir jalan.  Ia dengan iklas menerima kenyaaan yang sangat berat itu.
 
Ia belum bisa memastikan kapan istrinya yang sehari hari bejualan baju keliling dan anaknya yang hanya tamat SMP itu diupacarai. “Masih mencari hari baik untuk upacara istri dan anak saya,” katanya lirih.[bbn/nod/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami