Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Diduga Jaringan ISIS, Tiga WNI Dideportasi dari Turki
Minggu, 23 April 2017,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Diduga terlibat jaringan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), tiga warga Indonesia (WNI), dideportasi dari Turki dan kini diamankan pihak Imigrasi Kelas 1 Khusus Bandara Ngurah Rai, Kuta.
Mereka adalah Adnan Ruswandi (20), mahasiswa asal Kampung Cikembang RT/RW 006/001 Desa Kembang Kuning Kecamatan Jatiluhur Kabupaten Purwakarta Jawa Barat.
Kedua, Budi Setiawan Ismail Rusik (48) asal Kampung Babakan Cikajar RT/RW 002/004, Desa Sukarame Kecamatan Boyong Bong Kabupaten Garut, Jawa Barat. Ketiga, Ghoziah Zhiazulfah (17) asal Garut Jawa Barat.
Menurut Kepala Imigrasi kelas 1 Khusus Bandara Ngurah Rai, Ari Budijanto, tiga WNI itu diketahui berangkat ke Turki, 29 Maret 2017 lalu. Mereka mengambil rute dari Bandara Internasional Ngurah Rai-Jakarta- dan bertolak ke Bandara Internasional Ataturk Turki.
Namun, setibanya di Bandara Turki mereka diamankan petugas Imigrasi Turki, karena dicurigai terlibat jaringan ISIS. Selanjutnya, ketiga WNI itu dideportasi dari Turki ke Indonesia, Kamis 20 April 2017 lalu.
“Tiga WNI dideportasi dari Turki karena diduga akan bergabung dengan ISIS. Pihak Imigrasi Turki amankan mereka di Hotel Sultan Hamed, Turki, karena dokumen tidak lengkap dengan tidak membawa KK,” ujarnya.
Sementara, Adnan Ruswandi dan Ghoziah Zhiazulfah diduga pasangan kekasih. Diperiksa pemerintahan Turki, mereka mengaku hanya ingin bulan madu. Namun mereka tidak memiliki KK, sehingga terpaksa diamankan dan dideportasi,” tambahnya.
Dilanjutkannya, ketiga warga Indonesia itu tiba di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (21/4) sekitar pukul 22.13 Wita, dengan menggunakan pesawat EK398. Selanjutnya, ketiganya digiring menuju konter No 4 Stem Pasfor Kantor Imigrasi untuk dimintai keterangan.
Selama di ruangan Kantor Imigrasi, ketiganya dijaga oleh pihak petugas Imigrasi dan Densus 88 Mabes Polri dipimpin AKBP Erlan Katim Densus 88 Mabes POLRI.
“Kita sudah serahkan ketiga orang ini ke Densus 88 untuk dilakukan pengembangan dan diduga mereka memiliki sel atau jaringan,” ujarnya mengakhiri.[bbn/spy/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3863 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1817 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026