Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Rumah Berdaya Denpasar Berdayakan ODS
Senin, 29 Mei 2017,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Orang Dengan Skizofrenia (ODS) dapat perhatian dari Pemerintah Kota Denpasar lewat hadirnya Rumah Berdaya Denpasar, dengan di dalamnya ada kegiatan seperti sablon, bermain musik, membuat sabun, bernyanyi, membuat dupa, berkebun, membuat tas dan t-shirt.
Ini merupakan tindak lanjut dari banyaknya penyandang ODS di Denpasar.
[pilihan-redaksi]
"Pemberdayaan sebagai sebuah langkah dengan pengobatan dan memberikan mereka fasilitas untuk berkreativitas bersama di Rumah Berdaya Denpasar," ujar Walikota Rai Mantra, Minggu (28/5).
Peningkatan fasilitas Rumah Berdaya akan terus dilakukan yang telah mampu memberikan manfaat serta hasil karya-karya mereka telah memebrikan dampak postif bagi ODS.
"Sehingga dari kegiatan ini kita mengundang masyarakat dan seluruh pegawai Pemkot Denpasar untuk hadir dan mengetahui produk-produk yang dihasilkan ODS Rumah Berdaya," ujar Rai Mantra.
Seperti produk sabun yang telah dihasilkan kita akan disebarluaskan dan promosikan kepada jajaran Pemkot dan hotel-hotel yang ada di Kota Denpasar.
"Program Rumah Berdaya menjadi salah satu program Denpasar Smart City yang tentunya keberadaan ODS telah mampu berdayaguna serta berharap Denpasar mampu Zero dari ODS," ujar Rai Mantra.
Koordinator Rumah Berdaya I Gusti Rai Putra Wiguna mengatakan pendampingan telah dilakukan kepada ODS di Rumah Berdaya dari pengobatan serta melibatkan insan kreatif dalam menghasilkan produk-produk kreatif bagi ODS. Lewat rehabilitasi sosial yang dilakukan Rumah Berdaya tidak saja melakukan pengobatan secara rutin, namun juga memebrikan pendampingan lewat berbagi pelatihan kreativitas yang ada.
"Lewat berbagai kreativitas telah mampu diciptakan ODS seperti misalnya membuat sabun, dupa, t-shirt, tas, celemek, hingga bernyanyi dan berkebun setiap hari dilakukan di Rumah Berdaya," sebutnya.
Sebanyak 35 orang ODS tercatat melakukan aktivitas dirumah berdaya dengan keanggotaan komunitas berasal dari ODS yang ada. Pemulihan bagi ODS dilakukan lewat Home Care mendatangi langsung kediaman ODS dan bersosialisasi dengan keluarga. Seperti yang dialami Wayan Sumartono dan Urip yang telah mendapatkan program Home Care dari memandikan, memberikan obat secara rutin, dan membawa mereka bersosialisasi dan berkreativitas di Rumah Berdaya. [rls/dps/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 536 Kali
02
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 427 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 414 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 412 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026