Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Suhu Bumi Masih Akan Terus Naik di Abad Ini
Selasa, 1 Agustus 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Seattle. Suhu Bumi akan naik lebih dari dua derajat Celsius abad ini, melebihi yang direkomendasikan kesepakatan iklim global, demikian ungkap para ilmuwan.
Mengutip Reuters, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change menunjukkan peluang 90 persen bahwa suhu akan naik abad ini antara 2 sampai 4,9 derajat Celsius.
[pilihan-redaksi]
Para peneliti dari University of Washington, AS, menemukan hanya 5 persen peluang bahwa pemanasan itu berada pada atau di bawah dua derajat Celsius yang justru merupakan target Kesepakatan Iklim Paris 2015 mengenai batas emisi gas rumah kaca yang memanaskan planet ini.
"Tidak mencapai target itu akan menghadapi konsekuensi dramatis pada kehidupan manusia seperti masa kemarau yang lebih panjau dan naiknya permukaan air laut," kata Adrian Raftery, kepala peneliti yang juga profesor di University of Washington.
Penelitian ini menggunakan proyeksi statistik yang didasarkan pada total penduduk dunia, PDB per kapita dan jumlah emisi karbon untuk setiap dolar dari aktivitas ekonomi yang disebut dengan intensitas karbon.
"Analisis kami menunjukkan bahwa target 2 derajat itu adalah skenario paling baik saja. Angka itu bisa dicapai, namun dengan upaya besar dan berkesinambungan di semua sektor selama 80 tahun ke depan," ujar Raftery.
Menurut Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme), emisi gas rumah kaca dunia yang kebanyakan berasal dari pembakaran energi fosil kini mencapai 54 miliar ton per tahun dan mesti dipangkas menjadi 42 miliar ton sampai 2030 agar kenaikan suhu tetap di bawah 2 derajat Celsius.
Menurut Raftery, melipatgandakan upaya demi meningkatkan efisiensi karbon adalah kunci untuk membatasi pemanasan di masa depan.
"Negara-negara perlu mengubah insentif ekonomi untuk produksi karbon, contohnya dengan mengenalkan pajak karbon dan mendorong inovasi yang akan meningkatkan efisiensi energi," kata dia.
"Kita mesti belajar lebih dari negara-negara yang secara khusus efisien karbon, seperti Prancis, yang memiliki infrastruktur transportasi yang sangat rendah karbon," pungkasnya. [bbn/idc]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3863 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1817 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026