Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Suhu Bumi Masih Akan Terus Naik di Abad Ini
Selasa, 1 Agustus 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Seattle. Suhu Bumi akan naik lebih dari dua derajat Celsius abad ini, melebihi yang direkomendasikan kesepakatan iklim global, demikian ungkap para ilmuwan.
Mengutip Reuters, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Climate Change menunjukkan peluang 90 persen bahwa suhu akan naik abad ini antara 2 sampai 4,9 derajat Celsius.
[pilihan-redaksi]
Para peneliti dari University of Washington, AS, menemukan hanya 5 persen peluang bahwa pemanasan itu berada pada atau di bawah dua derajat Celsius yang justru merupakan target Kesepakatan Iklim Paris 2015 mengenai batas emisi gas rumah kaca yang memanaskan planet ini.
"Tidak mencapai target itu akan menghadapi konsekuensi dramatis pada kehidupan manusia seperti masa kemarau yang lebih panjau dan naiknya permukaan air laut," kata Adrian Raftery, kepala peneliti yang juga profesor di University of Washington.
Penelitian ini menggunakan proyeksi statistik yang didasarkan pada total penduduk dunia, PDB per kapita dan jumlah emisi karbon untuk setiap dolar dari aktivitas ekonomi yang disebut dengan intensitas karbon.
"Analisis kami menunjukkan bahwa target 2 derajat itu adalah skenario paling baik saja. Angka itu bisa dicapai, namun dengan upaya besar dan berkesinambungan di semua sektor selama 80 tahun ke depan," ujar Raftery.
Menurut Program Lingkungan PBB (United Nations Environment Programme), emisi gas rumah kaca dunia yang kebanyakan berasal dari pembakaran energi fosil kini mencapai 54 miliar ton per tahun dan mesti dipangkas menjadi 42 miliar ton sampai 2030 agar kenaikan suhu tetap di bawah 2 derajat Celsius.
Menurut Raftery, melipatgandakan upaya demi meningkatkan efisiensi karbon adalah kunci untuk membatasi pemanasan di masa depan.
"Negara-negara perlu mengubah insentif ekonomi untuk produksi karbon, contohnya dengan mengenalkan pajak karbon dan mendorong inovasi yang akan meningkatkan efisiensi energi," kata dia.
"Kita mesti belajar lebih dari negara-negara yang secara khusus efisien karbon, seperti Prancis, yang memiliki infrastruktur transportasi yang sangat rendah karbon," pungkasnya. [bbn/idc]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8473 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5823 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3649 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2478 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026