Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Sering Minum Arak Oplosan, Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok Tewas Membusuk

Kamis, 3 Agustus 2017, 05:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Seorang Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok, Hanafi (60) ditemukan membusuk di dalam kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) pagi. Hanafi diduga tewas karena kebanyakan minum arak oplosan. 
 
Kematian Hanafi baru diketahui oleh salah seorang temannya yang bekerja sebagai anak buah kapal pesiar Bali-Lombok. Beberapa hari belakangan ini Hanafi tidak bisa dihubungi dan putus komunikasi sejak Senin (1/8) malam. Akhirnya hanafi ditemukan tewas di kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) sekitar pukul 10.00 wita. 
 
[pilihan-redaksi]
Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang memeriksa keterangan saksi saksi mendapat informasi dari pemilik kos, I Nyoman Sofi. Saksi mengatakan selama ini Hanafi terlihat selalu mengkomsumsi arak. 
 
“Tiap hari, setelah pulang kerja pasti dia nongkrong di warung utara sambil minum. Minumnya pun hingga teler baru pulang. Beberapa kali ditegur namun ia tidak gubris,” jelas saksi ke polisi. 
 
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan IPTU Bangkit Dananjaya yang dikonfirmasi dilokasi kejadian menerangkan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun Iptu Bangkit belum bisa berspekulasi penyebab kematian korban. Sementara ini katanya, jenasah sudah dititip di RSUP Sanglah untuk di otopsi. 
 
“Korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan meninggal sekitar dua hari sebelumnya,” katanya. 
 
“Korban ini Kapten Kapal Pesiar. Di kamarnya kami temukan minyak oles. Kami menduga korban terlalu banyak mengonsumsi minuman sehingga sakitnya kambuh dan tewas,” duganya. 
 
Sementara infomasi penghuni kos lainnya, Hanafi yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan itu sudah bertahun-tahun tidak menempati kamar kosnya karena dia memiliki istri dan anak-anaknya tinggal di Mojokerto. 
 
“Istri dan anaknya jarang datang ke Bali,” terang saksi tetangga, Wahyu. [spy/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami