Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 11 Mei 2026
Sering Minum Arak Oplosan, Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok Tewas Membusuk
Kamis, 3 Agustus 2017,
05:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok, Hanafi (60) ditemukan membusuk di dalam kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) pagi. Hanafi diduga tewas karena kebanyakan minum arak oplosan.
Kematian Hanafi baru diketahui oleh salah seorang temannya yang bekerja sebagai anak buah kapal pesiar Bali-Lombok. Beberapa hari belakangan ini Hanafi tidak bisa dihubungi dan putus komunikasi sejak Senin (1/8) malam. Akhirnya hanafi ditemukan tewas di kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) sekitar pukul 10.00 wita.
[pilihan-redaksi]
Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang memeriksa keterangan saksi saksi mendapat informasi dari pemilik kos, I Nyoman Sofi. Saksi mengatakan selama ini Hanafi terlihat selalu mengkomsumsi arak.
“Tiap hari, setelah pulang kerja pasti dia nongkrong di warung utara sambil minum. Minumnya pun hingga teler baru pulang. Beberapa kali ditegur namun ia tidak gubris,” jelas saksi ke polisi.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan IPTU Bangkit Dananjaya yang dikonfirmasi dilokasi kejadian menerangkan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun Iptu Bangkit belum bisa berspekulasi penyebab kematian korban. Sementara ini katanya, jenasah sudah dititip di RSUP Sanglah untuk di otopsi.
“Korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan meninggal sekitar dua hari sebelumnya,” katanya.
“Korban ini Kapten Kapal Pesiar. Di kamarnya kami temukan minyak oles. Kami menduga korban terlalu banyak mengonsumsi minuman sehingga sakitnya kambuh dan tewas,” duganya.
Sementara infomasi penghuni kos lainnya, Hanafi yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan itu sudah bertahun-tahun tidak menempati kamar kosnya karena dia memiliki istri dan anak-anaknya tinggal di Mojokerto.
“Istri dan anaknya jarang datang ke Bali,” terang saksi tetangga, Wahyu. [spy/wrt]
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1048 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 837 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 659 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 615 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026