Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Sering Minum Arak Oplosan, Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok Tewas Membusuk
Kamis, 3 Agustus 2017,
05:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok, Hanafi (60) ditemukan membusuk di dalam kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) pagi. Hanafi diduga tewas karena kebanyakan minum arak oplosan.
Kematian Hanafi baru diketahui oleh salah seorang temannya yang bekerja sebagai anak buah kapal pesiar Bali-Lombok. Beberapa hari belakangan ini Hanafi tidak bisa dihubungi dan putus komunikasi sejak Senin (1/8) malam. Akhirnya hanafi ditemukan tewas di kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) sekitar pukul 10.00 wita.
[pilihan-redaksi]
Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang memeriksa keterangan saksi saksi mendapat informasi dari pemilik kos, I Nyoman Sofi. Saksi mengatakan selama ini Hanafi terlihat selalu mengkomsumsi arak.
“Tiap hari, setelah pulang kerja pasti dia nongkrong di warung utara sambil minum. Minumnya pun hingga teler baru pulang. Beberapa kali ditegur namun ia tidak gubris,” jelas saksi ke polisi.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan IPTU Bangkit Dananjaya yang dikonfirmasi dilokasi kejadian menerangkan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun Iptu Bangkit belum bisa berspekulasi penyebab kematian korban. Sementara ini katanya, jenasah sudah dititip di RSUP Sanglah untuk di otopsi.
“Korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan meninggal sekitar dua hari sebelumnya,” katanya.
“Korban ini Kapten Kapal Pesiar. Di kamarnya kami temukan minyak oles. Kami menduga korban terlalu banyak mengonsumsi minuman sehingga sakitnya kambuh dan tewas,” duganya.
Sementara infomasi penghuni kos lainnya, Hanafi yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan itu sudah bertahun-tahun tidak menempati kamar kosnya karena dia memiliki istri dan anak-anaknya tinggal di Mojokerto.
“Istri dan anaknya jarang datang ke Bali,” terang saksi tetangga, Wahyu. [spy/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2822 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2037 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1986 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026