Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Sering Minum Arak Oplosan, Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok Tewas Membusuk
Kamis, 3 Agustus 2017,
05:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Seorang Kapten Kapal Pesiar Bali-Lombok, Hanafi (60) ditemukan membusuk di dalam kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) pagi. Hanafi diduga tewas karena kebanyakan minum arak oplosan.
Kematian Hanafi baru diketahui oleh salah seorang temannya yang bekerja sebagai anak buah kapal pesiar Bali-Lombok. Beberapa hari belakangan ini Hanafi tidak bisa dihubungi dan putus komunikasi sejak Senin (1/8) malam. Akhirnya hanafi ditemukan tewas di kamar kosnya di Lingkungan Banjar Pinjok, Serangan Denpasar Selatan, Rabu (2/8) sekitar pukul 10.00 wita.
[pilihan-redaksi]
Aparat kepolisian Polsek Denpasar Selatan yang memeriksa keterangan saksi saksi mendapat informasi dari pemilik kos, I Nyoman Sofi. Saksi mengatakan selama ini Hanafi terlihat selalu mengkomsumsi arak.
“Tiap hari, setelah pulang kerja pasti dia nongkrong di warung utara sambil minum. Minumnya pun hingga teler baru pulang. Beberapa kali ditegur namun ia tidak gubris,” jelas saksi ke polisi.
Sementara Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan IPTU Bangkit Dananjaya yang dikonfirmasi dilokasi kejadian menerangkan, dari hasil olah TKP tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun Iptu Bangkit belum bisa berspekulasi penyebab kematian korban. Sementara ini katanya, jenasah sudah dititip di RSUP Sanglah untuk di otopsi.
“Korban ditemukan dalam kondisi membusuk dan meninggal sekitar dua hari sebelumnya,” katanya.
“Korban ini Kapten Kapal Pesiar. Di kamarnya kami temukan minyak oles. Kami menduga korban terlalu banyak mengonsumsi minuman sehingga sakitnya kambuh dan tewas,” duganya.
Sementara infomasi penghuni kos lainnya, Hanafi yang berasal dari Palembang Sumatera Selatan itu sudah bertahun-tahun tidak menempati kamar kosnya karena dia memiliki istri dan anak-anaknya tinggal di Mojokerto.
“Istri dan anaknya jarang datang ke Bali,” terang saksi tetangga, Wahyu. [spy/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026