Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perhari Badung Hasilkan 210 Ton Sampah

Rabu, 20 September 2017, 12:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Badung,  Drs. I Putu Eka Merthawan belum lama ini di Puspem Badung menyampaikan, dalam perhari total jumlah sampah yang diangkut sebanyak 210 ton. Agar mampu mengangkut jumlah sampah sebanyak itu dalam sehari maka, sebanyak 700 orang tim penyapu dengan 39 unit mobil truk sampah telah disiapkan. Semua dilakukan guna mengujudkan Badung yang bersih, hijau, dan berbunga.
 
"Sebanyak 210 ton sampah dalam sehari telah mampu kami angkut dengan hampir 20 ton baru mampu kami olah setiap harinya. Penyiapan tenaga yang diturunkan hampir sebanyak 700 orang tim penyapu dan dibantu sebanyak 39 unit truk mobil sampah dari pihak swasta  diangkut mulai pagi sampai malam," jelasnya.
 
[pilihan-redaksi]
Dilanjutkan, semua dilakukan guna menuju Beatiful Badung yang bersih, hijau dan berbunga.
 
"Semua dilakukan dengan maksimal agar kawasan khususnya di daerah Badung, tetap  bersih, hijau dan berbunga," ujarnya.
 
Untuk tetap mewujudkan Badung yang bersih, hijau dan berbunga terkait penerapan sangsi bagi pembuang sampah juga sudah ada Perda Kabupaten Badung No. 27 tahun 2016 yakni denda Rp5 juta dengan 3 bulan kurungan.
 
"Untuk sangsi sebenarnya kami telah memiliki Perda Kabupaten Badung No 27 tahun 2016 sudah jelas menyatakan sangsinya denda Rp 5 juta dengan 3 bulan kurungan bagi yang membuang sampah disembarang tempat," ucapnya.
 
Menurut Merthawan, lebih suka menggunakan pola persuasif sebab jika sangsi sifatnya temporer. Kata dia, sangsi memang meberikan efek jera, tetapi, akan berdampak sangat kecil terhadap sampah yang lain karena sampah tersebut hampir ada setiap hari.
 
Menurutnya, efek jera hanya buat satu dan dua orang saja jika. Dirinya lebih mendukung adanya usaha untuk mencari langsung sumber masalahnya. 
 
"Hasilnya mungkin akan lebih bagus ketimbang yang dipaksakan dengan pola membangun sitem memperbanyak komunitas tentu akan dapat membangun manset masyarakat," pungkasnya. [bpc/aga]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami