Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 19 Juni 2026
Ngeraksakin, Ritual Simbol Penolak Hama dan Penyakit
Ritual Pertanian Masyarakat Bali (3)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Ngeraksakin yaitu sebuah ritual yang dilakukan oleh para warga subak setelah proses membajak sawah dan membuat tempat menanam padi. Ngeraksakin merupakan ritual yang secara simbolis bermakna penolak bala atau mrana (peyakit dan hama).
[pilihan-redaksi]
Peneliti dari Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar yang terdiri dari I Made Krisna Dinata, I Nyoman Sueca, dan Ni Nyoman Mariani dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Nilai Pendidikan Agama Hindu Dalam Upacara Ngusaba Padi di Pura Subak Uma Utu, Desa Adat Babahan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan” yang dipublikasikan dalam Jurnal Penelitian Agama Hindu, Volume 2, Nomor 1 tahun 2018 menuliskan bahwa ritual ngeraksakin identik dengan upaya pembersihan kotoran secara niskala.
Ritual ini dilakukan dengan menghaturkan bebek atau ayam hitam, dan membuat tempat penanaman padi disawah. Ritual ngeraksakin bertujuan agar bibit-bibit padi yang ditanam nanti mampu tumbuh subur dan memiliki kualitas yang bagus.
[pilihan-redaksi2]
Dalam upacara ini terjadi interaksi antar sesama masyarakat anggota komunitas subak serta menjadi sebuah wadah belajar bersama melalui tahapan-tahapan pelaksanaan upacaranya. Makna yang terkandung dalam pelaksanaan upacaranya serta nilai pendidikan yang terkandung didalam pelaksanaan upacara pada akhirnya bertujuan menjaga keharmonisan terhadap alam, Tuhan dan komunitas sosial sesama manusia. [bbn/Jurnal Penelitian Agama Hindu/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun