Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Kuta Dulu Dikenal dengan Nama "Benteng", Tempat Mendarat Pasukan Majapahit (1)
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kuta adalah sebuah kecamatan yang memiliki luas 17,5 km2 yang menjadi tambang dolar pariwisata Bali. Jika menengok sejarahnya, Kuta merupakan tempat pertama mendaratnya pasukan bala tantara kerajaan Majapahit pada tahun 1334. Lokasi itu dulunya lebih dikenal dengan nama "benteng" sesuai prasasti yang tersimpan di Pura Sanggaran, tidak jauh dari kawasan Kuta.
Saat mendaratnya bala tantera kerjaan Majapahit, Kuta hanya hutan rimba. Lokasinnya yang sangat strategis, menjadikan Kuta mendapat tempat di hati para pedagang dari berbagai daerah di Nusantara dan luar negeri yang singgah dalam pelayaran mengarungi samudera.
Kuta pada zaman dulu sering dijadikan tempat persembunyian bagi perampok dan bajak laut, bahkan sebagai pusat penyelundupan candu ke Jawa sekitar 1826. JS Wettters, seorang tentara Belanda berpangkat kapten akhirnya ditempatkan sebagai pengawas keamanan pantai di Kuta. Selain itu, juga tercatat seorang pedagang asal Banyuwangi, Jatim, bernama Jembrong, pada awal Agustus 1835, mulai menetap di Kuta.
Tanggal 1 Agustus 1839 didirikannya ’Nederlandche Handel Maatsschappiy-NHM’ sebagai perusahaan dagang Belanda pertama di Bali yang sempat eksis selama empat tahun (1843). Setelah itu pada April 1927, menetap lagi Pierre Dubois, Wakil Pemerintah Hindia Belanda karena Kuta sangat strategis sebagai pintu keluar-masuk barang terutama dari Singapura.
Dilansir dari Kompas.com, pada 1835 sudah ada sekitar 40-an perahu yang menyemarakkan pelabuhan Cautaen (Kuta). Perahu-perahu dari Singapura itu bersandar di Pelabuhan Kuta dengan membawa mata dagangan berupa besi, kain dan kebutuhan lainnya buatan China. Pemerintah Hindia Belanda dan para raja yang berkuasa di Badung, Bali, akhirnya menetapakan Kuta sebagai sebuah pelabuhan defenitif guna mendukung arus bongkar muat kapal-kapal asing dari Eropa maupun Asia Pasifik. Pada tahun 1920-an, akibat kian meningkatnya aktivitas di Pelabuhan Kuta itulah, mulai dibangunnya beberapa buah penginapan yang pada akhirnya justru bertebaran hotel-hotel berbintang hingga sekarang. [bersambung]
Reporter: bbn/litbang
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3814 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1760 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang