Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Kebakaran di Monang-Maning, Karyawan Usaha Gorengan Tewas Terpanggang di Dapur

Sabtu, 1 Februari 2020, 07:30 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ilustrasi/net

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Usaha gorengan milik Yudianto (62) di Jalan Gunung Kapur II Nomor 16, Banjar Graha Shanti, Tegal Kerta, Desa Dauh Puri Kelod, Monang Maning, Denpasar Barat, ludes terbakar pada Jumat (31/1) siang. Peristiwa kebakaran itu menewaskan karyawan Nurul Khomariyah (32), seorang penyandang disabilitas.

Wanita asal Sidoarjo Jawa Timur itu tewas terpanggang dalam posisi telungkup di depan tungku dapur. Korban yang sudah bekerja selama 6 tahun itu tidak bisa menyelamatkan diri dari kobaran api yang sudah memenuhi dapur berukuran 4x4 meter itu.

Korban berhasil dievakuasi setelah petugas pemadam Kebakaran Kota Denpasar memadamkan kobaran api di dapur selama 20 menit. Selanjutnya, jenasah korban yang sudah dalam keadaan gosong terpanggang langsung dibawa ke RSUP Sanglah Denpasar.

Sementara itu, Kepala Dusun Graha Shanti, I Gede Agus Widiatmika mengatakan kebakaran itu terjadi diduga akibat tabung gas ukuran 3 kg bocor. "Saat memasang regulator, gas dari tabung tersebut bocor. Namun dipaksakan untuk bisa digunakan," ungkapnya ke wartawan.

Korban Khomariyah sedang membantu temannya memasang regulator namun tiba tiba saja api sudah membesar dan memenuhi ruangan dapur. Melihat api membesar, dua karyawan lari kucar kacir menyelamatkan diri masing-masing. Tragis, korban penyandang disabilitas itu tidak bisa berbuat banyak. Dia tewas terpanggang api.

Warga yang mendengar teriakan kebakaran segera memberikan pertolongan dan memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas damkar datang.

"Mobil pemadam kebakaran cepat tiba sehingga api dengan cepat dipadamkan. Tapi korban tak bisa diselamatkan. Seluruh tubuhnya terbakar,” tutur Agus Widiatmika.

Sementara itu, salah seorang karyawan yakni Roy mengatakan usaha gorengan itu memiliki 4 karyawan, yakni dia sendiri, Nurul Khomariyah (korban), Nyoman Candrawati, dan Diah. Di tempat usaha itu Roy bertugas sebagai tukang hantar. Sementara 3 orang lainnya adalah tukang masak.

Setiap hari yang bertugas sebagai pemasak mulai bekerja pukul 05.00 Wita sampai pukul 09.00 Wita. Sementara dirinya sebagai tukang hantar bekerja setelah masakan telah siap untuk dihantar sampai selesai. Korban yang merupakan disabilitas kata Roy tinggal dalam bersama Diah.

Sementara Roy bersama Candrawati masing-masing tinggal di luar. "Korban sudah bekerja di sini sudah sekitar 6 tahun. Dia sudah punya suami asal Jember tapi katanya sudah cerai sekitar 8 bulan yang lalu. Dia belum punya anak,” beber Roy.

Kanitreskrim Polsek Denbar Iptu Aji Yoga Sekar membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya saat ini jenasah korban sudah dititipkan di rumah sakit. 
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/bgl



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami