Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Siklus Periode Kepemimpinan Bupati di Badung Bangun Optimisme Koalisi

Koalisi Golkar-NasDem-Demokrat Bali

Sabtu, 25 Juli 2020, 16:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ada yang mendasari optimisme Koalisi Golkar-NasDem-Demokrat Bali dalam menghadapi Pilkada Serentak 2020 khususnya di Badung kali ini dimana terungkap rumusan seperti pola siklus periode kepemimpinan.

[pilihan-redaksi]
"Rumusnya 21-21-21 di Badung, dimana mulai kepemimpinan Bupati periode Dewa Gede Oka menjabat 2 periode, Made Latra 1 periode, kemudian Alit Putra 2 periode, Cok Rat 1 periode dan kemudian AA Gde Agung 2 periode," sebut Ketua DPD Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry saat Deklarasi DPD Partai Golkar Bali, DPW Partai Nasdem Bali, dan DPD Partai Demokrat pada Sabtu, (25/7/2020) di Denpasar.

Sedangkan saat ini, lanjutnya, sedang berjalan satu periode kepemimpinan artinya sesuai dengan rumus maka boleh jadi ini yang menjadi alasan optimisme Golkar merebut kemenangan di kabupaten Badung.

Kendati demikian, ia mengembalikan semuanya kepada masyarakat seperti apa nanti realitasnya, namun dengan pola siklus ini setidaknya akan memberikan motivasi bagaimana nantinya calon bupati dan wakil bupati Badung yang diusung koalisi Golkar-NasDem-Demokrat di Bali yakni I Gusti Agung Widiatmika dan I Wayan Muntra bisa melanjutkan perjuangan merebut suara.

Terkait dengan koalisi, ia lebih menekankan pada esensi berkoalisi yakni untuk mewujudkan keseimbangan politik dan membuat perubahan yang lebih baik bagi Bali. Hakikat koalisi, menurutnya selain kebersamaan juga memerlukan strategi, pola pikir, dan etika terutama dalam memenangkan Pilkada.

Ia juga minta pemahaman yang ada di tingkat pimpinan ini juga dibumikan di jajaran kabupaten kota agar tidak ada yang melenceng dari arahan. Termasuk membahas isu-isu sosial yang terjadi dalam masing-masing parlemen di daerah.

Sedangkan Ketua DPD Demokrat Bali, Made Mudarta mengungkapkan dari hasil survei partainya, tingkat elektabilitas calon incumbent dinilai rendah. Hal ini terkait penanganan Covid-19 dimana pemimpin daerah dianjurkan sesuai arahan agar menjaga jarak termasuk dengan rakyatnya. Jusru inilah yang kemudian menjadi celah bagi penantang untuk melakukan perjuangan agar bisa disukai oleh masyarakat.

Maka dari itu, ia sepakat dari beberapa calon yang diusung koalisi membuat brand yang identik dengan isu Covid-19 seperti calon Bupati kendati incumbent dari Karangasem yaitu IGA Mas Sumatri dan calon Wakil Bupati Made Sukarena dengan brand 'Masker'. Dan, juga di Jembrana ada calon Bupati I Nengah Tamba dan calon Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, dengan brand 'Tamba-Krisna'.

Sementara itu, Sekretaris DPW NasDem, Nyoman Winata yang mewakili Ketua DPW NasDem Bali, Julie Laiskodat menginstruksikan jajaran seluruh pengurus NasDem di seluruh kabupaten kota yang dihelat Pilkada Serentak 2020 agar bersatu berjuang untuk memenangkan calon Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota. 

Ia juga mengajak kadernya untuk yakin dan percaya dan pada niatan hati yang tulus yang didasari untuk kesejahteraan rakyat maka akan selalu jalan dalam meraih cita-cita bersama.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami