Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Kuta Selatan Diguncang Gempa 3,7 SR Dini Hari Tadi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan 3,7 magnitudo pada Sabtu (10/10/2020) dini hari pukul 02.57 WIB di wilayah Kuta Selatan.
Dikutip dari Tempo.co gempa menggoyang lemah di Kuta Selatan itu disebutkan berasal dari laut, 55 kilometer sebelah barat daya Kuta Selatan. Kedalaman sumber, 11 kilometer. Menurut BMKG, gempa itu hanya dirasakan di wilayah Kuta Selatan.
Dalam catatan Tempo.co, gempa Kuta Selatan juga terjadi pada 2 Oktober lalu. Saat itu sumbernya juga berada di 57 kilometer barat daya Kuta Selatan dengan kedalaman 66 kilometer. Dampaknya, getaran lemah dirasakan di Klungkung juga, selain Kuta Selatan.
Berdasarkan informasi di situs web BMKG, tiga gempa bumi yang getarannya dirasakan juga terjadi sepanjang Jumat 9 Oktober 2020. Ketiganya tersebar di Buton Selatan, Sulawesi Tenggara pada pagi; Aceh Singkil, Aceh pada siang; dan Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada malam.
Masing-masing gempa itu terukur berkekuatan 5,4 lalu 4,5 dan 3,1 Magnitudo. Seluruhnya sama, menyebabkan getaran lemah yang dirasakan masyarakat sekitar lokasi sumber, meski satu di antaranya yakni di Ruteng, Manggarai, memiliki lokasi sumber di darat.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun