Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Order Sepi, Pengrajin Batu Hitam Karangasem Turunkan Harga Jual
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Lesunya perekonomian sebagai imbas pandemi corona yang melanda dunia berdampak langsung terhadap pengrajin batu hitam di Kabupaten Karangasem.
Seperti penuturan salah satu pemilik usaha kerajinan batu tabas asal Selat, Karangasem, Ketut Darma Putra, Rabu (30/12/2020) bahwa selama pandemi, jumlah order atau pesanan pelinggih berbahan dasar batu hitam Karangasem turun drastis.
"Pandemi ini sangat berdampak, banyak yang tidak jadi memesan padahal sebelumnya pelanggan sudah ada yang berencana untuk membeli tapi karena situasi mereka mengurungkan niatnya," kata Darma Putra.
Pria yang sudah menekuni usaha kerajinan batu hitam sejak 20 tahun silam tersebut juga mengaku telah mengurangi hampir sebagian tenaga kerjanya. Dimana sebelum pandemi ia mempekerjakan hampir sebanyak 15 orang. Namun kini karena sepinya orderan yang tersisa hanya tinggal 8 orang saja.
Tak hanya sepi pesanan, agar tetap bisa mempertahankan usahanya ia juga terpaksa menurunkan harga jual demi tetap bisa membiayai operasional usaha termasuk gaji untuk tenaga kerjanya.
"Mau tidak mau agar tetap bisa operasional kita turunkan harga, ya cukup untuk bayar tenaga kerja dan membeli bahan baku meski kadang keteteran untuk bayar listriknya," tandasnya.
Ia berharap, kondisi ini bisa segera berlalu sehingga perekonomian warga bisa kembali pulih. Ia juga mengajak agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3836 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1781 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang