Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Order Sepi, Pengrajin Batu Hitam Karangasem Turunkan Harga Jual
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Lesunya perekonomian sebagai imbas pandemi corona yang melanda dunia berdampak langsung terhadap pengrajin batu hitam di Kabupaten Karangasem.
Seperti penuturan salah satu pemilik usaha kerajinan batu tabas asal Selat, Karangasem, Ketut Darma Putra, Rabu (30/12/2020) bahwa selama pandemi, jumlah order atau pesanan pelinggih berbahan dasar batu hitam Karangasem turun drastis.
"Pandemi ini sangat berdampak, banyak yang tidak jadi memesan padahal sebelumnya pelanggan sudah ada yang berencana untuk membeli tapi karena situasi mereka mengurungkan niatnya," kata Darma Putra.
Pria yang sudah menekuni usaha kerajinan batu hitam sejak 20 tahun silam tersebut juga mengaku telah mengurangi hampir sebagian tenaga kerjanya. Dimana sebelum pandemi ia mempekerjakan hampir sebanyak 15 orang. Namun kini karena sepinya orderan yang tersisa hanya tinggal 8 orang saja.
Tak hanya sepi pesanan, agar tetap bisa mempertahankan usahanya ia juga terpaksa menurunkan harga jual demi tetap bisa membiayai operasional usaha termasuk gaji untuk tenaga kerjanya.
"Mau tidak mau agar tetap bisa operasional kita turunkan harga, ya cukup untuk bayar tenaga kerja dan membeli bahan baku meski kadang keteteran untuk bayar listriknya," tandasnya.
Ia berharap, kondisi ini bisa segera berlalu sehingga perekonomian warga bisa kembali pulih. Ia juga mengajak agar selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 451 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 444 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan